Berita

Razman Arif nasution

KPK Harus segera Ungkap Pembocor Sprindik Anas Urbaningrum

KAMIS, 21 FEBRUARI 2013 | 16:38 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Publik terus merasa heran kenapa sampai surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Anas Urbaningrum terkait kasus Hambalang bisa bocor. Padahal, sprindik itu adalah sesuatu yang sangat rahasia.

"Kok begitu mudahnya bocor. Itu kan rahasia. Apalagi ini dari lembaga superbody seperti KPK. Bagaimana bisa sprindik itu bisa bocor," ujar Direktur Eksekutif Indonesian Constitutional Watch (Icon) Razman Arif Nasution (Kamis, 21/2).

Dan yang membuat Razman heran lagi, kenapa bocornya sprindik Anas ini dikait-kaitkan dengan Istana. Apalagi, SBY pun bereaksi seolah-olah kasus tersebut menjadi persoalan nomor wahid di negeri ini.


Bahkan SBY meminta Anas Urbaningrum konsentasi menghadapi kasus itu sehingga kepemimpinan Demokrat diambil alih walaupun dinilai sebagaian orang melanggar AD/ART Demokrat.

"Artinya beliau (SBY) memberikan justifikasi bahwa Anas seolah-olah sudah jadi tersangka. Ini ada apa? Kalau sampai ada komunikasi antara Istana dengan KPK, sangat kita sesalkan. Independensi KPK kita pertanyakan," ungkapnya.

"Walaupun bolak-balik Julian Pasha (Jubir Presiden) membantah nggak ada itu (Istana membocorkan), yang jelas rakyat sudah dipertontonkan lagi sebuah permasalahan yang tidak sungguh-sungguh dan tidak profesional dilakukan," sambungnya.

Tapi yang disesalkan Razman, KPK juga menggantung nasib Anas Urbaningrum. Sampai saat ini, KPK belum juga menemukan siapa pembocor sprindik tersebut, bahkan antar pimpinan KPK saling berbeda pendapat soal dugaan keterlibatan Anas dalam kasus proyek senilai Rp 2,5 triliun tersebut.

"Kita berharap KPK segera memberi kepastian supaya jangan jadi polemik lagi ini. Masih banyak kasus lain yang harus ditangani, termasuk kasus-kasus yang sudah dilaporkan Majelis Kedaulatan Kedaulatan Republik Indonesia (MKRI)," tandas aktivis MKRI ini.[zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya