Berita

ilustrasi

Pendiri Gerakan HMS: Kasus Hambalang Urusan Polres atau Polsek

KAMIS, 21 FEBRUARI 2013 | 10:37 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kasus suap pembangunan pusat olahraga Hambalang yang menyeret Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan sejumlah petinggi partai itu cukup ditangani Kepolisian Resort (Polres) atau Kepolisian Sektor Kota (Polsek).

Pendiri Gerakan Hindari Memilih Sri Mulyani (HMS), Sasmito Hadinagoro, mengatakan pihaknya tidak mau ikut terjebak permainan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang membuat kasus itu seakan-akan lebih besar dari kasus kejahatan keuangan megaskandal danatalangan Bank Century dan penggelapan pajak bernilai ratusan triliun rupiah.

"HMS fokus untuk memberantas tuntas dari atas korupsi atau perampokan sistemik uang pajak ratusan triliun yang dibobol dengan roncenan kembang intelectual fraud yang pakai dalih dapat membuat negara default, rush perbankan, atau dampak sistemik," ujar Sasmito dalam pesan yang dikirimkannya ke redaksi.


Kasus-kasus korupsi besar ini mampu menipu anggota DPR RI. Juga membuat KPK pura-pura o'on dan bingung mencari barang bukti. Sedemikian parahnya ketidakpedulian KPK sampai-sampai lembaga yang kini dipimpin Abraham Samad itu menolak investigasi dan audit forensik yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan

"Maklum mungkin KPK baru mengerti cara menangkap maling ayam, maling sepeda, maling sendal," kata dia lagi.

"Atau paling top menangkap tangan gratifikasi Rp 1 miliar sampai Rp 3 miliar," sambungnya.
Sasmito juga mengatakan, dirinya ragu KPK saat ini mau mengusut superskandal keuangan negara yang melibatkan mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mantan Gubernur BI yang kini Wakil Presiden Boediono dan Gubernur BI Darmin Nasution.
Dia juga mengingatkan bahwa KPK adalah lembaga ad hoc. Kalau terus mengaku mumet menangani kasus berskala big fish lebih baik bubar saja.
"Kami akan mengawal Kejaksaan Agung dan Polri agar bekerja dengan lurus dan jurus jibakutei," demikian Sasmito. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya