Berita

Kenapa Demokrat Jadikan Hasil Survei SMRC Sebagai Bahan Evaluasi?

KAMIS, 21 FEBRUARI 2013 | 09:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengakui pihaknya menjadikan hasil survei Saiful Mujani Reseach and Consulting sebagai bahan untuk evaluasi, bukan survei lainnya, seperti Lembaga Survei Jakarta.

Tapi, Ramadhan Pohan membantah SBY atau faksi di Demokrat yang mendanai SMRC, apalagi jika dituding hasil survei itu dimaksudkan untuk menyerang kubu Anas Urbanigrum.

"Nggak ada. Saiful Mujani kan integritasnya sudah diakui. Dia independen. Jadi tidak ada anti terhadap apapun di internal Demokrat. Tidak ada permusuhan internal. Tidak ada," ujar Ramadhan Pohan kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 21/2).


Justru dalam pandangan Ramadhan Pohan, ada pihak luar yang ingin mengobok-obok partainya. Pihak eksternal itu iri terhadap Demokrat dan ingin mengambil suara partai penguasa tersebut di 2014 nanti.

"Di tengah kesempitan yang ada mereka ambil kesempatan walau secara etika tidak pantas. Tapi keyakinan politik orang beda-beda, walau ada yang menghalalkan segala cara," tegas Ramadhan.

Namun, Wakil Ketua Komisi I DPR ini tak mau membeberkan siapa pihak luar yang ingin mengacaukan partainya. Yang jelas, Ramadhan mengklaim sudah sering mengungkapkannya. "Yang lalu sudah sering kita ungkap," elaknya.

Tapi, Ramadhan memastikan, pihaknya tidak akan terpengaruh dengan permainan pihak luar. Mereka akan tetap konsisten mengatasi keterpurukan saat ini.

"Kami tidak akan menari dalam genderang yang ditabuh pihak luar. Jadi kami bertahan dengan keyakinan yang sudah kami pegang selama ini. Kami juga sudah punya staregi khusus untuk hadapi hal-hal tersebut. Persoalan tentang persepsi (publik) kami juga sudah punya strategi untuk mengatasinya," ungkap Ramadhan.

Apa strateginya?

"Itu (urusan) dapurlah," jawab Ramadhan singkat.

Berdasarkan hasil survei yang dirilis LSJ Rabu, elektabilitas Demokrat 6,9 persen. Bahkan partai penguasa ini dicap paling korup oleh 67,3 persen responden. Sementara SMRC menunjukkan elektabilitas Demokrat 8 persen.

Sebelumnya Direktur Eksekutif SMRC Grace Natalie memastikan mereka membiayai sendiri survei yang mereka gelar.

"Kita kan konsultan politik, kita perusahaan yang sehat. Kita punya klien-klien yang alhamdulillah nggak ada wan prestasi. Keuangan kita positif. Sebenarnya merilis survei seperti itu adalah bagian dari investasi SMRC. SMRC sebagai konsultan politik, riset kita juga jalan," jelasnya. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya