Berita

ahmad basarah

PDIP Imbau Jokowi Waspadai Jebakan Batman

RABU, 20 FEBRUARI 2013 | 15:23 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

PDI Perjuangan mengucapkan terima kasih terhadap masyarakat yang mendukung Joko Widodo untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2014 mendatang. Ucapan yang sama juga disampaikan kepada sejumlah lembaga survei yang telah meneliti elektabilitas Gubernur DKI Jakarta itu.

"Ini (tingginya elektabilitas Jokowi) juga sekaligus menunjukkan keberhasilan Ibu Mega dan Pak Taufiq serta PDIP dalam melahirkan pemimpin rakyat," Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah (Rabu, 20/2).

Namun bagi PDIP dan Jokowi sendiri, tingginya elektabilitas mantan Walikota Solo itu dianggap sebagai sebuah peluang sekaligus ujian dan tantangan.  "Kenapa saya katakan demikian? Saat ini memang popularitas Jokowi terus melambung seiring dengan kebijakan berbagai media massa menjadikan Jokowi sebagai 'media darling'," jelasnya.


Tapi, jika Jokowi atau PDIP tergoda untuk masuk dalam skenario menjadi capres/cawapres 2014, hal itu justru bisa mengganggu fokus Jokowi membangun Jakarta Baru. Di sisi lain tentu akan ada masyarakat yang menilai sosok Jokowi yang haus jabatan atau kekuasaan.

"Begitu juga dengan PDIP sebagai parpol tempat Jokowi dibesarkan, akan dinilai sebagai parpol yang tidak tidak amanah, tidak konsisten dan menghalalkan segala cara hanya untuk sebuah kemenangan di Pilpres," ungkapnya.

Tak hanya itu, tingginya alektabilitas Jokowi disadari juga bisa menjadi "jebakan batman" bagi PDIP dan Jokowi.  Karena itu, PDIP meminta masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada Jokowi menunaikan janjinya membangun "Jakarta Baru" sesuai harapan warga Ibukota.

"Soal capres dan cawapres yang akan diusung PDIP, kami masih menunggu keputusan Bu Mega selaku pemegang mandat untuk menentukan capres dan cawapres dari PDIP dan hal itu belum akan ditentukan dalam waktu sekarang ini," jelasnya.

"Jadi biarkan Jokowi fokus membangun Jakarta Baru. Posisi PDIP dan Ibu Mega tetap akan memperhatikan dinamika sosial politik yang berkembang ke depan sebagai referensi untuk mengambil keputusan politik terkait dengan Pilpres 2014," demikian anggota Komisi III DPR ini.

Belakangan ini elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo semakin kinclong. Setelah survei Pusat Data Bersatu menyebut elektabilitas Jokowi tertinggi dibanding tokoh lainnya, giliran Lembaga Survei Jakarta merilis hal yang sama.

Bahkan, dalam rilis LSJ itu disebutkan, 18,1 persen responden memilih Jokowi kalau digelar pemilihan presiden saat ini. Sementara di urutan kedua Prabowo Subianto dengan angka 9,8 persen. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya