Berita

Politik

Natalius Pigai Tolak Kedatangan Penasihat SBY ke Komnas HAM

RABU, 20 FEBRUARI 2013 | 11:46 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kondisi yang tidak kondusif di internal Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tak kunjung usai. Hal itu yang membuat anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Dr. Albert Hasibuan, untuk mengagendakan kunjungan ke kantor Komnas HAM hari ini.

Di beberapa media massa kemarin, Albert bahkan menyatakan bakal memboyong beberapa mantan anggota Komnas HAM yang prihatin terhadap keadaan Komnas HAM saat ini.

Namun, rencana itu menuai penolakan dari dalam Komnas HAM. Salah seorang komisioner, Natalius Pigai, mengatakan, Albert Hasibuan datang ke Komnas HAM tanpa undangan dan agenda resmi.


"Saya memandang Bapak Albert saat ini tidak sekedar tokoh senior HAM, tapi juga Dewan Pertimbangan Presiden RI melekat padanya. Kedatangan Beliau ke kantor Komnas HAM akan lebih elok bila Beliau bertemu kami secara formal melalui surat resmi dengan agenda resmi bidang pemajuan dan penegakan HAM," kata pria asal Papua itu dalam rilisnya beberapa saat lalu (Rabu, 20/2).

Di situasi saat suasana internal Komnas HAM belum kondusif, kedatangan Albert rentan dimaknai sebagai bentuk intervensi institusi Kepresidenan Ke Komnas HAM, dan hal itu jelas  bertentangan dengan UU 39/1999, The Paris Principle dan Kepres 48/ 2001 tentang Indepensi Komnas HAM RI.
Menurutnya, adalah lebih baik bila anggota Wantimpres itu mengirim surat resmi ke Komnas HAM bila ingin bertemu sebagai aturan tata krama dan etika organisasi pemerintah dengan agenda kerja jelas sesuai misi komnas HAM, misalnya: pembentukan peradilan HAM, Peradilan HAM adhoc, penuntasan kasus-kasus HAM yang terhenti di Kejaksaan, minimalisasi pelanggaran HAM oleh institusi negara seperti TNI dan Polri serta Kapala Daerah.

"Sikap ini tentu saya sampaikan sesuai amanat yang telah saya emban sebagai komisioner Komnas HAM untuk menjaga marwah organisasi Komnas HAM RI yang independen. Oleh karena itu, saya tegas menolak kedatangan Dr. Albert Hasibuan Sebagai Dewan Pertimbangan Presiden," tuturnya.

Independensi Komnas HAM RI, yang telah diakui dunia dengan Predikat A, menurutnya mesti tetap dipertahankan.

"Bila Bapak Dr. Albert mau bertemu, saya usul bertemu di luar tempat tersendiri, bukan di Komnas HAM maupun Istana dengan biaya pribadi kita masing-masing," tandasnya.

Masalah internal Komnas HAM bermula dari rapat pleno pada awal Januari lalu yang berisi perdebatan seputar tuntutan agar jabatan pimpinan Komnas HAM yang semula ditetapkan 2,5 tahun diubah menjadi satu tahun.

Namun, akhirnya, alasan kolektif kolegial di balik perdebatan itu malah menjurus ke soal kesenjangan fasilitas antara komisioner yang menjadi anggota dan ketua antara lain menyangkut mobil dinas. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya