Berita

Prof. Hamka: Peluang Perempuan Menjadi Presiden Lebih Besar

RABU, 20 FEBRUARI 2013 | 09:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Umum PP Baitul Muslimin Indonesia, Prof Hamka Haq, menegaskan, peluang perempuan untuk menjadi pemimpin di negeri ini sangat besar. Apalagi dalam agama manapun, perempuan dibolehkan memimpin. Sehingga tak ada alasan teologis untuk menolak kepemimpinan perempuan.

"Pemilih perempuan sangat banyak, karenanya (pemimpin dari perempuan) lebih berpeluang," ujarnya dalam Diskusi Panel “Potret Kepemimpinan Perempuan Dalam Membangun Kepentingan Pemberdayaan Perempuan” di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung, kemarin Selasa (19/2).

Diskusi panel digelar sayap PDI Perjuangan ini bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-40 partai berlambang kepala banteng tersebut sekaligus menyongsong Hari Perempuan Internasional yang diperingati 8 Maret mendatang.


Pembicara lain, Ketua BKSWI Jawa Barat Nan Rahminawati menjelaskan, perempuan tidak bisa dilepaskan dari tumbuh kembangnya sebuah negara.  Karena itu, perempuan merupakan pilar negara.

"Perempuan sangat penting dalam keluarga. Perempuan menjadi guru pertama bagi anak-anak di rumah. Perempuan sudah memberikan perannya sebelum kemerdekaan, masa kemerdekaan sampai merdeka," ungkapnya.

"Kuncinya harus diberi informasi dulu. Karena itu pendidikan sangat penting. Kalau perempuan tercerahkan, dapat pendidikan memadai, maka perempuan tidak akan bisa diperdaya oleh laki-laki," ujar Nan menambahkan.

Karena itu, peningkatan pemahaman dan pemikiran perempuan tak bisa ditawar. Sebab saat ini masih ada fanatisme di kalangan masyarakat sehingga perempuan selalu dinomorduakan. Tapi kalau berpendidikan, bisa lebih naik kualitasnya" kata Nan, yang juga dosen Unisba Bandung ini. 

Sementara itu Pendeta Supriatno, dalam kesempatan yang sama mengatakan yang terpenting adalah adanya kemitraan antara laki-laki dan perempuan. "Karena tanpa itu semua, kepemimpinan tidak akan berhasil" tegas  Ketua Sinode Gereja Kristen Pasundan ini.

Faozan Amar,  yang memandu Diskusi Panel ini menambahkan, soal kepemimpinan perempuan, secara teologis dan teoritis tidak ada masalah. Begitu juga dengan implementasinya. "Kita bahkan sudah pernah memiliki seorang presiden, gubernur, bupati, walikota perempuan," demikian Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia yang juga Direktur Eksekutif Al Wasath Institute ini.[zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya