Berita

ulil abshar abdalla

Ulil Abshar Abdalla: Jangan Pertentangkan antara SBY Urus Negara dan Partai

SELASA, 19 FEBRUARI 2013 | 15:29 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Besarnya kekhawatiran masyarakat, berdasarkan Lingkaran Survei Indonesia sebesar 67,33 persen, konsentrasi Presiden SBY mengurus negara akan terganggu jika terlibat dalam mengurusi Partai Demokrat dinilai bagus.

Karena, hal itu menandakan bahwa rakyat peduli pada Presiden dengan cara mengharap Kepala Negara fokus pada urusan negara.

"Namun kekhawatiran seperti ini, walaupun harus diapresiasi, kurang tepat,"  ujar Ketua Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat, Ulil Abshar Abdalla (Selasa, 19/2).


Karena, Ulil menjelaskan, mengurus negara dan mengurus partai bukan dua hal yang harus diperlawankan. Pasalnya, partai yang baik adalah fondasi yang diperlukan untuk memperbaiki mutu demokrasi Indonesia. "Mengurus partai juga mengurus negara. Dua-duanya bukan hal yang harus dipisahkan," tegas Ulil.

Apalagi, sambung Ulil, setelah reformasi, kita mengikuti demokrasi dengan sistem multipartai. Sesuai UUD, presiden harus diajukan oleh partai politik. Oleh karena itu menceraikan presiden dari partai politik yang mengusungnya, bukanlah hal yang realisits.

Tak hanya itu, efektivitas pemerintahan memerlukan, antara lain, dukungan politik di parlemen melalui kekuatan partai. Jika partai presiden yang "incumbent" bermasalah, dukungan politik presiden di parlemen juga bisa bermasalah.

"Karena itu, Presiden SBY sudah selayaknya ikut memikirkan agar partainya tetap solid karena itu berkaitan dengan dukungan politik," dalih Ulil.

Ulil juga menepis persepi publik bahwa waktu Presiden akan terganggu jika ikut mengurus partai. Menurutnya, Presiden SBY cukup paham fatsoen politik, sehingga dia tidak akan "cawe-cawe" (ikut turun tangan) dalam partai pada saat hari libur atau di luar jam kerja. Dan itu pun tidak berlangsung sepanjang waktu.

"Hanya dalam saat-saat di mana partai mengalami situasi krisis seperti dialami Partai Demokrat sekarang, SBY memberikan perhatian pada partainya itu. Sesuatu yang wajar. Dan itu juga berlaku untuk beberapa presiden pasca reformasi, seperti Gus Dur dan Megawati," demikian Ulil.[zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya