Berita

Politik

Mandiri Secara Ekonomi, Salah Satu Syarat Capres PKB

SENIN, 18 FEBRUARI 2013 | 21:32 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Kebangkitan Bangsa tidak mau merujuk hasil survei soal siapa dan bagaimana calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung pada Pemilihan Presiden 2014 mendatang. Karena partai kaum nahdliyyin ini sudah menetapkan sendiri delapan kriteria capres dan cawapres yang diinginkan.

Demikian disampaikan Ketua Fraksi PKB Marwan Jafar dalam keterangan pers yang diterima tadi siang, (Senin, 18/2).

Kriteria pertama, jelas Marwan, bangsa Indonesia membutuhkan seorang presiden dan wakil presiden yang punya kualitas dan kapabilitas, termasuk di dalamnya punya intelektualitas yang mumpuni. Karena tantangan Indonesia ke depan jauh lebih kompleks dan lebih berat, sehingga pemimpin negara harus sebagai problem solver segala macam persoalan bangsa yang kian menumpuk.


"Memimpin negara ke depan akan lebih berat, tidak hanya persoalan dalam negeri, tetapi juga menyangkut masalah-masalah global dan internasional," ungkap Marwan.

Kedua, karena saat ini bangsa Indonesia masih banyak persoalan yang dihadapi, capres dan cawapres mendatang harus dapat berpikir secara cerdas dan visioner, yaitu membangun cita-cita Indonesia yang lebih spektakuler. Maksudnya adalah dapat memberikan solusi yang terbaik terhadap persoalan yang sedang dihadapi bangsa. Solusinya bukan hanya untuk jangka pendek, tapi untuk jangka panjang.

"Seorang pemimpin yang cerdas dan visioner akan dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi rakyatnya dan juga dapat memajukan bangsanya, serta mampu tampil memukau dalam kontestasi persaingan global yang sangat kompetitif," papar Marwan.

Ketiga, masih kata Marwan, Indonesia membutuhkan capres dan cawapres yang dicintai rakyat, bukan hanya pencitraan semu, tapi benar-benar dicinta karena kejujuran, kapablitas, dan keteladanan yang ditunjukkan. Keempat, capres dan cawapres harus mempunyai popularitas positif. Karena, bagaimana rakyat bisa mencintai jika tidak mengenalnya. Sehingga capres dan cawapres harus dikenal masyarakat luas karena karakter kepemimpinannya sekaligus kenegarawanannya.

"Kelima, selain rakyat mengenal dan mencintai calon pemimpinnya ada hal yang lebih penting lagi, yaitu rakyat mau memilihnya untuk menjadi presiden/wakil presiden. Capres dan cawapres harus mempunyai akseptablitas dan elektabilitas yang tinggi. Capres dan cawapres yang dikenal, dicintai, dan pilih oleh mayoritas rakyat akan mempunyai legitimasi yang kuat pula. Jika legitimasi kuat secara otomatis akan menjadi pemimpin yang kuat secara politik. Capres dan cawapres yang kuat secara politik akan bisa mewujudkan stabilitas politik dan kemakmuran rakyat," jelasnya.

Karena seorang capres dan cawapres akan banyak bersinggungan dengan ranah dan kekuatan politik, selain syarat-syarat di atas ada syarat yang harus dipenuhi cepres dan cawapres, yaitu pernah berkeringat secara politik. Sebab disitulah proses dan tahapan seorang pemimpin diuji dan dibuktikan kepiawaian maupun pengalamannya dalam mengelola sekaligus menyelesaikan persoalan-persoalan politik dan kenegaraan.

"Bagaimana presiden bisa berpolitik jika belum pernah terjun di dunia politik? Untuk itu capres dan cawapres mendatang harus orang yang jelas track recordnya di dunia politik dan sudah kelihatan kenegarawanannya," kata Marwan Jafar.

Syarat ketuju, seorang capres dan cawapres mempunyai potensi sumber daya ekonomi. Dengan mempunyai potensi sumber daya ekonomi diharapkan capres dan cawapres punya modal untuk menggerakkan mesin pemenangan, sekaligus sebagai contoh wujud kemandirian pribadi secara ekonomi.

"Kedelapan, PKB tidak akan menerima capres dan cawapres dan tim suksesnya yang telah membuat noda hitam atau dosa sejarah terhadap PKB dan termasuk sudah berbuat dholim kepada PKB dan pengurus-pengurus PKB yang sudah terbukti loyal dan berkeringat di PKB," demikian Marwan. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya