Berita

PILPRES 2014

Punya Kriteria Sendiri, PKB Tak Persoalkan Hasil Survei

SENIN, 18 FEBRUARI 2013 | 13:18 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Beberapa bulan terakhir publik sudah banyak disuguhi hasil survei tentang calon presiden dan calon wakil presiden, mulai kriteria capres dan cawapres berkualitas, capres dan cawapres paling populer, capres dan cawapres tegas, sampai pada capres dan cawapres yang tidak diinginkan oleh rakyat.

"Semuanya sudah dipubikasikan oleh lembaga-lembaga survei. Meskipun lembaga-lembaga survei belum tentu 100 persen benar," ujar Ketua Fraksi PKB Marwan Jafar dalam keterangan pers siang ini (Senin, 18/2).

Karena, kata Marwan, banyak juga lembaga survei yang ikut menjadi 'pemain politik' dengan cara yang eksplisit maupun implisit. Metode dan respondennya pun bermacam-macam. Ada yang menggunakan metode kombinasi stratified-cluster random sampling, dengan cara lewat telepon, wawancara langsung, atau lewat kuisioner yang disebar baik secara elektronik maupun non elektronik.


"Obyeknya pun berbeda-beda, mulai dari rakyat bawah sampai akademisi. Semua metodologi lembaga-lembaga survei itu, menurut orang-orang yang mensurvei, siap diuji secara akademis dan dapat dipertanggungjawabkan," ungkapnya.

Tetapi ada juga lembaga-lembaga survei yang tidak menyebutkan metodologi surveinya secara jelas. Mereka hanya sekedar mempublikasikan hasil survei yg dilakukan, padahal metodologi sangat mempengaruhi hasil survei yang diinginkan," imbuh Marwan.

Namun PKB, lanjut Marwan, tidak akan mempersoalkan hasil survei yang telah dipublikasikan tersebut. Karena PKB sudah mempunyai kriteria sendiri mengenai capres dan cawapres. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya