Berita

susilo bambang yudhoyono

Politik

PRAHARA DEMOKRAT

SBY yang Bikin Gaduh Sekarang Kelihatan Plintat-Plintut

SENIN, 18 FEBRUARI 2013 | 13:14 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Perubahan sikap Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang terlihat di Rapimnas kemarin, kian menunjukkan inkonsistensi sang pendiri partai.

"Sikap inkonsistensi, ketidaktegasan dan plinplan SBY membuat masyarakat makin lelah pada SBY dan Demokrat," kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Nasional (LSN), Umar S. Bakry, kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Senin, 18/2).

Dua pekan lalu di Cikeas, SBY membacakan sendiri solusinya untuk keterpurukan Partai Demokrat. Salah satu butirnya menginstruksikan Anas Urbaningrum fokus pada masalah hukum (Hambalang) dan mengambil semua wewenang ketua umum dari Anas.


"Acara di Cikeas itu kan jelas acara untuk melucuti Anas. Lalu, tiba-tiba kemarin dia bilang ngga ada masalah dengan Anas, Anas tetap memimpin Demokrat, tetap bersih dan sebagainya. Itu menunjukkan SBY tidak bisa dipegang kata-katanya," jelas
Sekjen Asosiasi Lembaga Survei Se-Indonesia itu.

Dalam pidatonya kemarin, Ketua Majelis Tinggi itu malah seakan menyalahkan media massa dan publik atas pemberitaan dan berbagai opini di media massa soal rivalitas antara dirinya dengan Ketua Umum Anas Urbaningrum. Padahal, dia yang membuka konflik itu kepada publik dan membiarkannya berlarut-larut.

"SBY tidak bisa dipegang kata-katanya. Kan kegaduhan itu dari dirinya sendiri yang memulai. Sekarang, SBY kelihatan plinplan dan tidak cerdas," ucapnya. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya