Berita

adi sasono

Syukuran Usia 70 Tahun, Adi Sasono Luncurkan Lima Buku

MINGGU, 17 FEBRUARI 2013 | 10:53 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Dapat melalui usia hingga 70 tahun adalah suatu keberkahan dan kebahagiaan tersendiri. Itu pula yang dirasakan Adi Sasono. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) era Presiden BJ Habibie ini, Sabtu malam (16/2) merayakan 70 tahun usianya secara special dan meriah di Ballroom, Hotel Sahid, Jakarta.

Sebagai wujud syukurnya, Adi Sasono malam itu meluncurkan lima buku baik yang ditulis dirinya maupun ditulis orang lain.

Kelima buku itu antara lain: "Menjadi Tuan di Negeri Sendiri; Pergulatan Kerakyatan, Kemartabatan, dan Kemandirian" yang merangkum keseluruhan pemikiran ekonomi, pembangunan, demokrasi, dan sosial politik tokoh LSM tersebut. Buku yang ditulis Adi setebal 552 halaman itu diterbitkan Penerbit Grafindo Books Media.


Selain itu, ada biografi Adi Sasono yang ditulis wartawan senior Republika, Anif Punto Utomo, berjudul: "Adi Sasono, Sang Penggerak Seribu Gagasan Seribu Tindakan." Buku setebal 350 halaman lebih itu diterbitkan Republika.

Ada pula buku yang disusun Arif Supriyono, wartawan Republika, berjudul "Memihak Rakyat Pilihan Ideologi", yang merupakan kumpulan tulisan para sahabat Adi Sasono tentang dirinya. Penerbit Mizan juga tak ketinggalan, dengan menerbitkan ulang karya lama Adi Sasono di era 90-an, berjudul " Menuju Rakyat Berdaulat, Indonesia Ketergantungan dan Keterbelakangan."

"Saya merasa bersyukur sekali masih diberi kesempatan hidup hingga di usia 70 tahun ini. Banyak teman-teman saya sesama aktivis yang dulu sering di lapangan, sudah mendahului kita semua. Bahkan seorang sahabat ketika saya telepon, dia kaget jika dirinya masih hidup," cerita Adi di hadapan kurang lebih 1000 undangan yang hadir.

Perayaan tasyakur yang dipandu komedian Tarsan dan Eko 'Srimulat' ini juga terasa special karena dimeriahkan pula dengan tarian rakyat dan kaum pinggiran, seperti paguyuban jamu gendong, paguyuban pedagang kaki lima, serta anak-anak ABG yang mempersembahkan kolaborasi atraksi tradisional dan modern, dengan gending jawanya.

Tak ketinggalan, puluhan pejabat, pengusaha dan tokoh hadir, diantaranya Ketua DPD Irman Gusman, Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y. Thohari, Akbar Tandjung, Soetrisno Bachir, Emil Salim, Bachtiar Chamsah, Djusman Syafei Jamal, Soekamdani Sahid Gitosardjono, Sandiaga S. Uno, Heppy Trenggono, Erick Thohir, dan kalangan aktivis LSM lainnya.

Dalam sambutannya, Adi Sasono menegaskan kemiskinan yang dialami Indonesia akibat sistem ekonomi yang tidak memberi akses luas kepada rakyat kecil. Sebaliknya, akses ekonomi hanya diberikan dan dikuasai oleh segelintir orang sehingga sekelompok kecil manusia itu kini menguasai perekonomian Indonesia.

"Ini jelas tidak adil. Orientasi pembangunan kita yang salah menyebabkan keterpurukan dan kemiskinan akut bagi mayoritas warga bangsa ini. Karena itu, hal ini harus diakhiri dengan menerapkan sistem dan konsep pembangunan yang berkeadilan," papar mantan Ketua Umum ICMI itu.

Adi menjelaskan, saat ini banyak pejabat justru disibukkan dengan upaya-upaya untuk mendapatkan kedudukan politik, sehingga persoalan besar bangsa terkait kolonisasi ekonomi nasional, kemiskinan, kesenjangan sosial, krisis pangan dan krisis energi semakin dilupakan.

"Oleh karena itu, Indonesia harus kembali pada niat dan usaha untuk menghadapi persaingan global. Kemampuan memimpin sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia saat ini, untuk memperkuat basis negara, terutama ekonomi kerakyatan," ujar tokoh yang lahir di Pekalongan, Jawa Tengah ini.

Tokoh yang pernah divonis hepatitis C ini mengucapkan banyak terima kasih kepada istri, keluarga dan para sahabat yang telah berkontribusi terhadap kesuksesan dirinya. "Tanpa mereka, saya tidaklah apa-apa," pungkasnya.[zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya