Berita

Ulil Abshar Abdalla: Karena Orang Baru, Saya Berani Minta Anas Urbaningrum Dicopot

MINGGU, 17 FEBRUARI 2013 | 09:39 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat Ulil Abshar Abdalla mengaku bahwa dirinya adalah orang yang baru bergabung di partai penguasa itu. Karena baru bergabung itulah, dia kuatir kalau elektabilitas partai itu terus merosot.

"Justru saya orang baru, dan teman-teman lain yang kemarin menyampaikan pernyatan itu juga orang baru, berkontribusi ikut memikirkan partai supaya tidak mengalami kemorotan drastis di Pemilu mendatang. Partai ini sekarang anjlok elektabilitasnya," ujar Ulil kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Minggu, 17/2).

Menurut Ulil, solusi atas kemorosotan elektabilitas tersebut adalah dengan mengganti Ketua Umum, yang saat ini dijabat Anas Urbaningrum. Ibarat sebuah perusahaan, kalau penjualannya merosot drastis lebih dari 100 persren, adalah masuk akal kalau CEO diusulkan untuk dicopot.


"Apalagi merosot penjualannya itu lebih dari 100 persen. Dulu Demokrat tahun 2004, 7 persen, lalu 2009, 21 persen. Sekarang merosot 200 persen menjadi 8 persen. Jadi bayangkan, kalau ada perusahaan penurunan penjualan seperti itu, apa tidak panik Dewan Komisaris, anggota perusahaan. Panik itu bukan sesuatu yang aneh. Kalau tak panik aneh, itu yang aneh," ungkapnya.

Lagi-lagi, kata dia, karena orang baru itulah, dia bisa bicara apa adanya memberikan solusi untuk kepentingan partai. Apalagi, kata Ulil, dia tidak punya jabatan penting di partai atau di DPR, yang dipertaruhkan.

"Orang baru ini tidak punya sesuatu yang di-gondeli, nothing to lose. Kita tidak punya kepentingan terlalu besar. Jadi bicara apa adanya. Kalau orang punya kepentingan besar mungkin mengambil langkah ini, itu, takut. Kamu tidak punya sesuatu yang harus dipertahankan. Buat kami yang penting, kami orang baru, masuk partai tiba-tiba partai merosot terus. Kami kan khawatir. Saya tidak mau terjadi itu," demikian Ulil, mantan Koordinator Jaringan Islam Liberal (JIL) ini. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya