Berita

martimus amin

SBY Takut Anas Semakin Besar Kalau Tak Dilengserkan Hari Ini

MINGGU, 17 FEBRUARI 2013 | 07:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Prahara di tubuh Partai Demokrat tampaknya tak pernah usai. Karena, pihak-pihak yang selama ini tergabung dalam 'aliansi Cikeas' sepertinya tidak pernah megikhlaskan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum yang terpilih pada Kongres Mei 2010 lalu.

Makanya, melalui Rapimnas yang digelar hari ini, mereka bermaksud menggulingkan Anas dari kursinya.

"Tampaknya SBY telah berhitung. Jika Anas tidak dapat dijatuhkan pada forum kali ini, maka kedudukan semakin kokoh dan sosoknya semakin bersinar, dianggap dapat mengancam kepentingan Cikeas dan kroninya," jelas peneliti senior The Indonesian Reform, Martimus Amin pagi ini (Minggu, 17/2).


Hanya saja pertanyaannya, apakah Rapimnas yang dimotori langsung oleh SBY dapat menjatuhkan Anas, atau malah sebaliknya yang terjadi. Memang Cikeas memiliki segalanya, kekuasaan dan dana tidak terbatas untuk melakukan operasi penggulingan. Ibarat kata Anas seekor semut yang dipaksa bertarung menghadap gajah purba.

"Namun demikian musti kita ingat bahwa mayoritas peserta Rapimnas juga manusia yang masih memiliki hati nurani dan akal sehat. Rakyat pun sudah jengah menyaksikan kekuasaan Cikeas yang sangat arogan dan menyimpang," ujarnya.

Karena itulah, Martinus menilai, operasi Cikeas kali ini akan menjadi arus balik SBY yang akan mencopot kekuasaannya baik di Partai Demokrat dan di pemerintahan. "SBY akan bernasib sama seperti dialami junta militer dan diktator lainnya," tandasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya