Jelang Rapimnas pada Ahad besok, polemik di internal Partai Demokrat terus memanas. Semua kader saling bicara dan menyudutkan kader lain. Hal tersebut akhirnya menjadikan Partai Demokrat makin terburuk.
Karena itu, salah seorang kader daerah meminta pengurus DPP Demokrat serta petinggi partai lainnya menahan diri dan tidak saling mengumbar pernyataan. Karena, semakin banyak yang bicara, akan menjadi opini negatif bagi Partai Demokrat.
"Saya hanya meminta pengurus DPP menjaga kekompakan di internal partai seperti yang disampaikan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Pak SBY dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Yakin, dengan kompak masyarakat juga akan empati kepada partai demokrat," kata Wakil Ketua II DPC Partai Demokrat Kota Tangerang Selatan, Wawan Setiawan kepada Rakyat Merdeka Online malam ini (Jumat, 15/2).
Siang tadi, Ulil bersama Ketua Departemen Pemberantasan Korupsi &
Mafia Hukum DPP Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsudin dan Sekretaris
Departemen Pemajuan & Perlindungan HAM DPP Partai Demokrat Rachland
Nasidik, mendesak Anas Urbaningrum untuk nonaktif. Bahkan, mereka berharap
Rapimnas yang akan digelar Minggu besok bisa dijadikan momentum mencari
ketua umum baru.
Bila Ketua Majelis Tinggi sudah turun tangan, kader harus menaatinya. Ketua Umum Anas Urbaningrum pun menghormati langkah yang diambil SBY tersebut.
"Saling menjaga saja. Karena malu pula kalau kita saling bicara. Seharusnya kita bersatu atau melawan internal luar yang menganggu Partai Demokrat, bukan berarati saling menyudutkan. Karena berdampaknya ke kader Demokrat daerah malahan tidak empati kalau melihat para pentingginya ribut," kata Wawan.
Untuk itu Wawan meminta pengurus DPP selalu menjaga kekompakan dan medepankan cara berpolitik yang diterapkan Partai Demokrat politik santun dan cerdas. "Lebih baik kita bersatu menjaga kekompakan serta mencari solusi kebaikan partai demi menuju kejayaan Pemilu di 2014," harapnya.
[zul]