Berita

Kader Daerah Minta Pengurus DPP Demokrat Jaga Kekompakan

JUMAT, 15 FEBRUARI 2013 | 23:13 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Jelang Rapimnas pada Ahad besok, polemik di internal Partai Demokrat terus memanas. Semua kader saling bicara dan menyudutkan kader lain. Hal tersebut akhirnya menjadikan Partai Demokrat makin terburuk.

Karena itu, salah seorang kader daerah meminta pengurus DPP Demokrat serta petinggi partai lainnya menahan diri dan tidak saling mengumbar pernyataan. Karena, semakin banyak yang bicara, akan menjadi opini negatif bagi Partai Demokrat.

"Saya hanya meminta pengurus DPP menjaga kekompakan di internal partai seperti yang disampaikan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Pak SBY dan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Yakin, dengan kompak masyarakat juga akan empati kepada partai demokrat," kata Wakil Ketua II DPC Partai Demokrat Kota Tangerang Selatan, Wawan Setiawan kepada Rakyat Merdeka Online malam ini (Jumat, 15/2).


Siang tadi, Ulil bersama Ketua Departemen Pemberantasan Korupsi & Mafia Hukum DPP Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsudin dan Sekretaris Departemen Pemajuan & Perlindungan HAM DPP Partai Demokrat Rachland Nasidik, mendesak Anas Urbaningrum untuk nonaktif. Bahkan, mereka berharap Rapimnas yang akan digelar Minggu besok bisa dijadikan momentum mencari ketua umum baru.

Bila Ketua Majelis Tinggi sudah turun tangan, kader harus menaatinya. Ketua Umum Anas Urbaningrum pun menghormati langkah yang diambil SBY tersebut.

"Saling menjaga saja. Karena malu pula kalau kita saling bicara. Seharusnya kita bersatu atau melawan internal luar yang menganggu Partai Demokrat, bukan berarati saling menyudutkan. Karena berdampaknya ke kader Demokrat daerah malahan tidak empati kalau melihat para pentingginya ribut," kata Wawan.

Untuk itu Wawan meminta pengurus DPP selalu menjaga kekompakan dan medepankan cara berpolitik yang diterapkan Partai Demokrat politik santun dan cerdas. "Lebih baik kita bersatu menjaga kekompakan serta mencari solusi kebaikan partai demi menuju kejayaan Pemilu di 2014," harapnya. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya