Berita

Ibas Masih Bau Kencur, Nggak Layak Jadi Ketum Demokrat

JUMAT, 15 FEBRUARI 2013 | 23:01 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Prediksi atau penilaian bahwa Sekjen DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) akan menggantikan Anas Urbaningrum sebagai Ketum DPP kalau diganti, merupakan pengamatan terlalu pagi, bahkan keliru total.

"Sebab, kalaupun skenario terburuk dalam kemelut PD adalah AU harus mundur karena kasus korupsi, Ibas bukan figur yang tepat untuk memegang kendali PD dalam situasi krisis," jelas pengamat politik senior AS Hikam (Jumat, 15/2).

Di samping usia masih muda dan jam terbang politik masih rendah, Ibas belum bisa menjadi pemersatu dan motor penggerak partai seperti AU. Padahal, proses penyelamatan, penertiban, dan penataan ulang akan bergulir paska-Pemilu, sebagaimana dikemukakan SBY.


Mengangkat Ibas sebagai Ketum dalam situasi krisis dalam jangka pendek, memang pasti menguntungkan kubu tertentu di elit PD. Namun yang diperlukan PD dalam jangka pendek, menengah, dan panjang adalah seorang Ketum yang memiliki kapasitas kepemimpinan yang berpengalaman dan kemampuan manajemen politik yang teruji.

"Ibas, seperti juga Puan (Maharani) di PDIP, mungkin memiliki potensi-potensi tersebut namun perlu waktu untuk di-groom sampai kepada posisi tersebut," demikian mantan Menristek, yang saat ini bergelut di dunia pendidikan, President University. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya