Berita

Dody Reza Alex Noerdin

Dody Reza Berbagi Cerita Perjuangan Golkan Lima Draf Resolusi di Forum Parlemen Dunia

KAMIS, 14 FEBRUARI 2013 | 18:30 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Peran Parlemen Indonesia dalam percaturan politik internasional memiliki pengaruh kuat dan cukup diperhatikan. Indikatornya bisa dirasakaan saat lima draf resolusi yang diusulkan perwakilan Indonesia, diterima seluruhnya dalam forum pertemuan parlemen negara-negara di kawasan Asia Pasifik ke-21, (Asia Pacific Parliamentary Forum, APPF), yang digelar 27-31 Januari 2013 di Vladivostok, Russia.

“Bukan perkara mudah usulan itu diterima didalam sidang pleno oleh negara lain. Apalagi saat Indonesia mengusulkan resolusi terkait proses perdamaian di Timur Tengah, terjadi perdebatan yang cukup alot,” ujar anggota Fraksi Partai Golkar Dody Reza Alex Noerdin kepada wartawan di Jakarta (Kamis, 14/2).

Dody merupakan salah satu perwakilan parlemen Indonesia yang didaulat menjadi Sterring Commite (SC). Pada sidang pleno tersebut, dirinya memikul tanggung jawab agar usulan Indonesia didalam rapat pleno bisa menjadi sebuah resolusi atau diadopsi menjadi bagian dari resolusi APPFke-21.


Selain Dody, delegasi Indonesia yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah, Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung, Surahman Hidayat (Ketua BKSAP/F-PKS), Sidharto Danusubroto (PDIP), Andi Anzhar CakraWijaya, (F-PAN), Azam Azman Natawijana serta anggota BKSAP IdrisSugeng, (F-PD), Lic.Econ, Muchtar Amma (F- P Hanura) dan Hasrul Azwar (Fraksi PPP).

Pertemuan tersebut mengumpulkan 349 peserta dari 20 negara, 1 negara pengamat, dua Negara dan organisasi regional/internasional sebagai tamu khusus.

“Negara Kanada adalah salah satu negara yang paling keras menentang usulan Indonesia. Namun setelah dilakukan loby-loby internasional, resolusi perdamaian Timur Tengah akhirnya disepakati, diadopsi menjadi bagian dari 14 resolusi APPFke-21,” tambahnya.

Dody mengaku, saat perdebatan terjadi, Negara Jepang dan tuan rumah mendukung usulan Indonesia.

Lima draf resolusi usulan Indonesia itu, pertama, proses perdamaian di Timur Tengah. Kedua, ketahanan pangan. Ketiga, diplomasi parlemen. Keempat, dialog antar peradaban/ kebudayaan /agama dan kelima, pemberantasan terhadap terorisme, perdagangan obat serta kejahatan transnasional terorganisir.

Menurut Dody, pertemuan ini merupakan agenda rutin yang kerap dilakukan selama setahun sekali. Tahun depan, rencananya Mexico yang menjadi tuan rumah Asia Pacific Parliamentary Forum.

APPF ke-21 tersebut juga membicarakan berbagai topik diskusi yang terbagi dalam tiga tema yakni, Politik Keamanan Asia Pasifik, Ekonomi dan Perdagangan Asia Pasifik, dan Kerjasama regional.

Dalam acara tersebut, perwakilan DPR juga mensosialisasikan peran kepemimpinan Indonesia dalam APEC 2013 yang mengusung tema Resilient Asia Pacific: Engine of  Global Growth. “Kalau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation atau APEC 2013, rencananya digelar pada bulan oktober tahun ini di Bali,” jelas Dody.

Pada Pertemuan KTT APEC 2013, bakal dihadiri 21 kepala negara dan 24.000 delegasi. Terbagi dalam tiga prioritas yakni Attaining the Bogor Goals, Sustainable Growth with Equity, Promoting Connectivity.[zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya