Berita

presiden sby

SBY Mengira Rakyat Indonesia Masih Bodoh

RABU, 13 FEBRUARI 2013 | 15:43 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY dan pasukannya harus melalui Kongres yang sudah diagendakan lima tahun sekali atau Kongres Luar Biasa, yang bisa dilakukan sewaktu-waktu kalau syarat terpenuhi kalau hendak menurunkan Anas Urbaningrum dari kursi ketua umum.

Karena Anas sebagai ketua umum adalah produk Kongres, yang digelar Bandung Mei 2010 lalu.

"Tidak ada dalam AD/ART Partai Demokrat disebutkan Majelis Tinggi bisa melucuti kekuataan dan kewenangan ketua umum. Orang goblok juga tahu itu. Saya punya AD/ART Demokrat kok," ujar pengamat politik senior Prof. Iberamsjah kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 13/2).


Karena itu, Prof. Iberamsjah menyesalkan sikap elit partai tersebut yang membela mati-matian keputusan Majelis Tinggi yang diketuai SBY. "Ketua Majelis Tinggi itu sudah melakukan kudeta atas hasil kongres. Itu memalukan sekali," tegasnya.

Prof. Iberamsjah mengakui keputusan majelis tinggi yang masih menganggap Anas sebagai ketua umum. Tapi secara de facto, Anas sudah tidak punya kekuasaan dan kekuasaan karena diambil alih SBY.

"Kamu tetap suami saya cuman kamu tidak boleh tidur bersama saya lagi. Kamu tidak boleh tinggal di rumah ini. Tapi kamu tetap suami saya," jelas Iberamsjah membandingkan perlakuan SBY terhadap Anas dengan sebuah rumah tangga.

"Itu permainan anak kecil. Dia kira rakyat bodoh. Rakyat sudah pintar," sambungnya.

Sebelumnya, Iberamjah menganggap SBY adalah seorang negarawan. Tapi setelah mengambil alih kewenangan Anas dengan melanggar aturan partai, jangankan negarawan, SBY justru menghancurkan tata nilai demokrasi Indonesia.[zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya