Berita

Antisipasi Longsor Kembali, Tol Cipularang Harus Diawasi Secara Berkala

RABU, 13 FEBRUARI 2013 | 13:21 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Terputusnya jalan tol tol Cipularang, khususnya KM 100 jalur Bandung-Jakarta, akibat bukit di kawasan tersebut longsor disesalkan. Karena mestinya, longsor tersebut bisa diantisipasi.

"Walau kita tahu longsornya bukit tersebut akibat faktor alam yaitu lebatnya hujan yang mengguyur daerah tersebut dimana banyak pohon-pohon kecil yang ditebang oleh masyarakat," ujar anggota Komisi V DPR Saleh Husin (Rabu, 13/2).

Jika memang longsor akibat pohon yang ditebang, seharusnya bisa diantisipasi dan kemungkinan longsor bisa dicegah. Menurutnya, sebaiknya sepanjang perbukitan di Tol Cipularang ditanami pohon sengon dengan melibatkan masyarakat setempat bersama Pemda. 


"Nah, tentu ini bisa membantu penghasilan warga setempat dan mereka tidak lagi menebang secara liar dan dipanen secara teratur sehingga longsor bisa diatasi. Jadi sekali jalan dua pihak yang diuntungkan," tandasnya.

Setelah itu dilakukan, Saleh mendesak dilakukan pengawasan berkala di daerah kemungkinan kerusakan dilakukan secara baik. "Untuk itu kami mengimbau agar para pengelola jalan tol meningkatkan pengawasan rutin di tempat yang rawan kejadian guna meminimalisir kecelakaan maupun kerusakan," demikian Sekretaris Fraksi Hanura ini.

Sebelumnya, PT Jasa Marga memastikan tol Cipularang, khususnya KM 100 jalur Bandung-Jakarta sudah bisa dilalui pada Rabu siang ini sekitar pukul 10.00 WIB atau lebih cepat dari target semula pada pukul 12.00 WIB.

"Alhamdulillah, mulai jam 10.00 WIB tadi, KM 100 tol Cipularang jalur Bandung-Jakarta, sudah dibuka kembali," kata Kahumas PT Jasa Marga Tbk, Wasta Gunadi saat dihubungi di Jakarta, Rabu siang (13/2).[zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya