Berita

mahfud-anas

Usung Mahfud MD Gantikan Anas, Demokrat Mau Pecah Belah HMI?

RABU, 13 FEBRUARI 2013 | 11:19 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Tawaran anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Sinyo Harry Sarundajang kepada Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD untuk menjadi ketua umum menggantikan Anas Urbaningrum dinilai bukan untuk memecah belah alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang banyak aktif di partai tersebut.

Memang, Mahfud juga adalah alumni HMI dan saat ini bahkan menjadi Ketua Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), dimana Anas juga sebagai anggota.

"Nggak juga saya rasa. Nggak bisa dibenturkan seperti itu. Anas tidak bodoh, Mahfud juga tidak bodoh. Kalau politik adu domba pasti tidak jalan. Karena apa perlunya mereka berebut kursi panas seperti itu," ujar pengamat politik senior Prof. Iberamsyah kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 13/2).


Menurutnya, tawaran Sarundajang yang juga Gubernur Sulawesi Utara itu hanya sekadar test the water. "Itu hanya tes saja. Orang yang memintanya itu kan bukan elit di Demokrat, bukan SBY, bukan anggota Majelis Tinggi," kata Iberamsyah.

Namun, karena sebagai test the water, boleh jadi elit Partai Demokrat bahkan SBY akan turun langsung kalau memang Mahfud memberi sinyal positif. Dan menyarankan Mahfud tak usah menanggapi tawaran tersebut.

"Mahfud sudah bilang tak mau ikut polemik Demokrat. Karena Demokrat saat ini kan sedang dalam kemelut. Saya rasa itu bagus sekali, bijaksana," jelasnya.

Apalagi Mahfud bukan orang Demokrat dan tidak terlalu populer di internal partai berlambang bintang mercy tersebut. Sementara pada saat bersamaan, ada ratusan orang di Demokrat yang juga mengincar kursi Ketua Umum yang saat ini diduduki Anas Urbaningrum. "Ada Marzuki Alie, Djafar Hafsyah, bahkan Karwo dari Jawa Timur. Saya rasa, kalau ada pemilihan, penggantinya tetap dari Demokrat," tandasnya. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya