Berita

sby

SBY Tak Pernah Berharap Anas Urbaningrum jadi Tersangka

RABU, 13 FEBRUARI 2013 | 09:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY tidak pernah berkeinginan untuk menzolimi Anas Urbaningrum secara hukum. Karena itu, SBY selalu berpesan kepada elit Demokrat untuk tidak menyandarkan kegelisahan atas merosotnya elektabilitas Demokrat pada proses hukum yang dihadapi Ketua Umum tersebut.

Demikian disampaikan politisi senior Partai Demokrat Amir Syamsuddin dalam acara Indonesia Lawyers Club TvOne dengan tema SBY Galau, Anas Dikudeta? tadi malam (Selasa, 13/2).

"Jadi kalau ingin menyampaikan rasa tanggungjawab terhadap nasib partai yang sedang dirundung keadaan krisis, itulah pilihannya kenapa hasil survei (SMRC) itu jadi patokan. Makanya tidak ada sama sekali harapan agar saudara Anas Urbaningrum jadi tersangka, tidak pernah," tegasnya.


Menteri Hukum dan HAM ini menjelaskan, pada pertemuan Jumat (8/2) di Cikeas, Bogor, sebelum ditandatangani, SBY meminta elit Demokrat untuk membaca dan memberi masukan 8 solusi penyelamatan Partai Demokrat tersebut. Kesempatan yang sama juga diberikan kepada Anas, yang juga hadir, selaku Wakil Ketua Majelis Tinggi.

Meski memang, Anas belum bersedia menandatangani. Saat itu, Anas berdalih ingin melakukan shalat istikhoroh terlebih dahulu dan berjanji akan menemukan solusi yang lebih baik.

"Jadi disini saya melihat Ketua Umum/Wakil Ketua Majelis Tinggi itu bukan saja diberikan kesempatan untuk ikut membaca draf, dimana juga kalau bisa memberikan masukan, tapi beliau juga berkomitmen dia akan istikhoroh, bahkan menjanjikan akan ada solusi yang lebih baik daripada yang dilakukan malam itu. Kami semua yang mendengarkan pernyataan itu menganggap ini sebagai komitmen," tandasnya. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya