Berita

hatta taliwang

Masyarakat Hopeless, Pengungkapan Skandal demi Skandal hanya jadi Tontonan

RABU, 13 FEBRUARI 2013 | 07:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Skandal atau perbuatan memalukan, yang dapat menurunkan martabat seseorang/bangsa silih berganti disajikan ke depan publik. Mulai dari skandal BLBI, skandal Century, skandal Wisma Atlet, skandal Hambalang, skandal impor daging sapi, skandal proyek pengadaan Al Quran, skandal pemberian grasi terhadap narapidana kasus narkoba, skandal penggrebekan pesta narkoba di rumah artis Raffi Ahmad, skandal suap PON Riau, isu politik "kudeta" Ketum Demokrat dan lain-lain.

"Belum termasuk skandal-skandal kecil tapi tingkat kehebohannya tinggi, yang kadang dianggap pengalihan isu oleh masyarakat umum," ujar aktivis M. Hatta Taliwang (Rabu, 13/2).

Akan banyaknya skandal itu, hemat Hatta, penegak hukum tentu sangat pusing memikirkan mana dari kasus tersebut yang akan jadi prioritas untuk diatasi. Memang, ada yang sudah ditangani, tapi belum tuntas, dan ada yang sedang dalam proses.


Saking silih bergantinya skandal yang "dihidangkan" di hadapan publik, Hatta mengutip pertanyaan temannya, Salamuddin Daeng, jangan-jangan masyarakat sudah menganggap skandal/peristiwa tersebut seperti tontonan rutin sinetron. Sesuatu yang biasa saja yang tidak mempengaruhi jalan hidup mereka. Sehingga tak ada perlawanan, pendobrakan atas realitas yang memalukan tersebut.

"Ya, masyarakat atau publik sudah jenuh, lelah, hopeless, kehilangan trust bahwa skandal demi skandal tak akan ada penyelesaian tuntas. Cuma akan jadi tontonan. Sepertinya rezim ini cuma 'buying time' sedang bermain gasing atau seperti pesawat, berputar dan berputar agar tetap memiliki enerji untuk bertahan. Sampai pada suatu hari menemukan jalan politik untuk softlanding," tekan Hatta.

Padahal kasus atau skandal yang membelit rezim ini seperti lintah yang membelit sekujur tubuh. Tiap waktu menyedot darah termasuk darah bangsa ini. Pertanyaaannya, apakah kita harus menunggu sampai darah bangsa ini kering dan menemukan diri kita telah menjadi zombie?

"Kita telah disandera oleh rezim ini sehingga bangsa ini kehilangan enerji positif untuk bangkit. Tak ada prestasi yang bisa kita banggakan. Bangsa ini kehilangan daya untuk berbuat terbaik karena pemimipin tidak mengurus rakyat tapi sebaliknya rakyat terpaksa sibuk "mengurus" pemimpinnya. Sampai kapan?" demikian Hatta yang tetap menyisakan tanda tanya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya