Berita

ahmad yani

Rumah Besar Umat Islam, dari PKNU, PBB, hingga FPI akan Bergabung ke PPP

RABU, 13 FEBRUARI 2013 | 07:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kasus suap impor daging sapi yang mendera Presiden PKS yang sudah mengundurkan diri Luthfi Hasan Ishaaq disebut sebagian pengamat tidak hanya sebagai awal dari kehancuran partai dakwah tersebut, tapi juga partai Islam secara keseluruhan. Tapi, tesis tersebut dibantah.

"Tidak juga lah. Tidak bisa disimplifikasi. Saya melihat saat ini PPP lagi solid-solidnya dan peluang PPP untuk masuk 3 besar itu luar biasa," ungkap fungsionaris DPP PPP Ahmad Yani kepada Rakyat Merdeka Online kemarin.

Karena, dikatakan Yani, saat ini sejumlah partai Islam, ormas Islam dan tokoh-tokoh Islam akan bergabung dengan partai berlambang kabah tersebut.


Siapa saja yang akan bergabung? Yani menjelaskan partai yang sudah jelas akan memperkuat barisan PPP menghadapi Pemilu 2014 nanti adalah Partai Kebangkitan Nasional Ulama. Sementara Partai Bulan Bintang akan merapat kalau seandainya gugatan atas keputusan KPU ke PTUN ditolak.

"Calegnya kan beberapa sudah (menyatakan) maju (dari PPP). Tapi orang salah sebut, bukan (Ketua Majelis Syuro) Yusril (Ihza Mahendra)tapi adiknya Yusron (Ihza). Tapi nantilah kita sebut beberapa yang masuk itu," imbuh anggota Komisi III DPR ini.

Sementara ormas Islam, yang sudah berkomunikasi dengan PPP adalah pentolan Front Pembela Islam, Munarman. "(Munarman) insya Allah (akan bergabung). Jadi PPP ini rumah besar umat Islam," jelas Yani.

PPP tidak kuatir dicap partai Islam radikal dengan menampung Munarman. Justru, dengan bergabungnya pentolan FPI ke PPP akan semakin bagus. "Kita bisa buat (perjuangan FPI) on the track. Perjuangan tidak lagi di jalanan, tapi di politik," demikian Yani. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya