Berita

istimewa

Hati-hati, SBY akan 'Potong' Setiap Lawan Politiknya

SELASA, 12 FEBRUARI 2013 | 17:51 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Rakyat Indonesia tidak butuh bantahan Presiden SBY soal dugaan pengempalangan pajak yang dilakukannya dan dua anaknya, Mayor TNI Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono, seperti diberitakan The Jakarta Post.

Rakyat hanya perlu bukti.

"SBY harus membuktikan bahwa keluarganya benar-benar membayar pajak dan menjelaskan secara transparan lisan dan tulisan. Yang kita mau SBY menjelaskan secara utuh dengan bukti tertulis bukan bahasa yang bias ke mana-mana seperti bola salju," ujar aktivis Gerakan Menegakkan Kedaulatan Negara (GMKN) Razman Arif Nasution (Selasa, 12/2).


Razman juga mempersoalkan pernyataan SBY soal alasan kenapa dia tidak jadi mengangkat mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier masuk dalam kabinetnya. Sentilan SBY soal adanya ketidakberesan dalam laporan harta kekayaan Fuad Bawazier, yang juga mantan Dirjen Pajak itu tak lebih dari serangan balik.

Karena Fuad bersama aktivis GMKN, termasuk Razman, sebelumnya melaporkan dan meminta KPK untuk mengusut tuntas dugaan pengemplangan pajak SBY dan dua anaknya tersebut.

Saat itu, ungkap Razman, Fuad menyatakan SPT pajak adalah rahasia negara dan bahkan internasional. Tetapi bisa bocor menjadi bukti ini Dirjen Pajak diduga selalu dijadikan transaksi oleh orang-orang tertentu di negeri ini untuk biaya politiknya.

"Bahasa Fuad inilah membuat ‘panas’ telinga Cikeas. Mereka seolah tidak terima dan seolah menuduh Fuad adalah informan bagi kami dipergerakan," ungkap Razman.

"Kini saatnya memang rakyat harus cerdas menyikapi semua bahasa yang dilontarkan SBY. Karena SBY akan siap memotong setiap lawan poltiknya. Muncul pertanyaan ‘apakah SBY pembunuh berdarah dingin?’ Semoga tidak," tandas Direktur Eksekutif Indonesia Constitusional Watch (Icon) ini.[zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya