Berita

Rebutan Camry, Komisioner Komnas HAM Dipanggil DPR

SABTU, 09 FEBRUARI 2013 | 09:22 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Anggota Komisi III DPR Aboebakar Alhabsy, menyesalkan konflik internal yang terjadi di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Aboebakar mengatakan, konflik internal itu bisa menjadi kabar buruk penegakan HAM selama lima tahun mendatang.

"Bagaimana mungkin bisa berkonsentrasi untuk mengawal penegakan HAM di Indonesia jika diawal masa jabatan sudah tak kompak begini," katanya, Jumat (8/2).
Aboebakar menambahkan, seharusnya ada kesadaran komunal oleh seluruh anggota komisioner. "Kepemimpinan mereka kan sebenarnya kolektif kolegial," tegasnya, seperti dilansir JPNN.

Kata Aboebakar, tidak kompaknya anggota komisioner akan berdampak pada lemahnya kinerja Komnas HAM. "Ini kan baru berapa bulan kok sudah kayak gini, bagaimana nasib lima tahun ke depan," heran dia.

Kata Aboebakar, tidak kompaknya anggota komisioner akan berdampak pada lemahnya kinerja Komnas HAM. "Ini kan baru berapa bulan kok sudah kayak gini, bagaimana nasib lima tahun ke depan," heran dia.

Menurutnya, jika ini terus berlarut akan banyak persoalan HAM yang terlantar. Tentunya, kata dia,  masyarakat juga yang akan sangat dirugikan. Ia menambahkan, kalau memang yang menjadi persoalan adalah fasilitas, seperti mobil Camry untuk Ketua atau sepinya peminat subkomisi pengkajian yang dinilai kering, itu yang repot.

"Bila orientasinya adalah pendapatan dan fasilitas mungkin lebih tepat bila mereka dulu mendaftar ke korporasi, bukan menjadi komisioner Komnas HAM," kata Aboebakar.

Dia berharap para anggota bisa lebih mengedepankan kepentingan bangsa dan negara, jangan terlalu menonjolkan kepentingan pribadi. "Itu namanya egois," tegasnya.

Aboebakar mengungkapkan, Komisi III sebagai mitra kerja Senin pekan depan, akan memanggil Komnas HAM untuk memberikan penjelasan mengenai hal ini. "Kita perlu pula segera mencari solusi atas kemelut tersebut," pungkasnya.

Seperti diberitakan, polemik di Komnas HAM bermula dalam pleno pada awal Januari 2013 lalu. Saat itu sembilan komisioner meminta agar masa jabatan pimpinan Komnas HAM yang 2,5 tahun diubah menjadi satu tahun saja.

Alasannya, hal itu terkait menerjemahkan prinsip kolektif kolegial dan reformasi birokrasi. Namun, dalam pertemuan internal itu dibahas soal kesenjangan fasilitas antara komisioner yang menjadi anggota dan ketua. Ketua Komnas HAM mendapat mobil dinas Toyota Camry, sedangkan anggota menggunakan mobil operasional. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya