Berita

SMRC: Emang Hanura Sudah Melakukan Apa Sehingga Merasa Elektabilitasnya Naik

SABTU, 09 FEBRUARI 2013 | 20:03 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Elektabilitas Partai Hanura 1,4 persen bukan sesuatu yang baru. Berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) sebelumnya, keterpilihan partai bentukan Jenderal (Purn) Wiranto itu tak jauh-jauh dari angkat tersebut.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif SMRC Grace Natalie saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 9/2) menanggapi kritik DPP Hanura, Yuddy Chrisnandi, yang menilai, hasil survei lembaganya benar-benar tidak masuk akal.

"Kalau grafik orang yang dirawat di rumah sakit, itukan naik turun ya. Kalau Hanura ini flat nggak ada pergerakan, nggak ada dinamika. Sebenarnya buat partai, lebih baik agak naik turun. Kalau Hanura dan PAN itu flat. Hampir tidak ada dinamika. Kalau Hanura nanya, kita balik nanya, Hanura sudah melakukan apa sehingga meresa grafik harusnya naik," ujarnya.


Dalam salah satu penjelasannya, Yuddy bahkan menuding ada yang salah dengan publikasi SMRC pada pekan lalu itu. Entah salah metodologi atau memang salah motivasi SMRC dalam melakukan survei. "SMRC siap untuk diadu dari segi metodologi. Silakan dibuka questioner-nya, ditantang secara ilmiah, kita siap," tegas Grace menanggapi.

Grace menjelaskan, pendiri SMRC, Saiful Mujani, sudah melakukan survei sejak Pemilu 1999. Metode yang digunakan itu sama. "Jadi kita bukan ngarang sendiri. Semua orang yang meragukan, datang ke kantor kami, kita buka metodologinya. Siap diuji secara ilmiah," katanya lagi.

"Saya jamin netralitas SMRC dalam melakukan penelitian, tidak ada pengaruh di luar kaidah keilmuan. Semua sesuai kaedah metologi. Kalau dikatakan kita berpihak, ya kita berpihak pada rakyat," tandas mantan presenter TvOne ini. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya