Berita

grace natalie

Grace Natalie: Keputusan SBY Ambil Alih Kepemimpinan Demokrat Terlambat

SABTU, 09 FEBRUARI 2013 | 11:11 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Grace Natalie menilai langkah Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY mengambil alih kepemimpinan di partai tersebut sangat tepat.

Meski menurut dia, keputusan SBY meminta Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum konsentrasi mengurus kasus hukum yang diduga melibatkannya itu terlambat diambil.

"Berdasarkan survei (SMRC) kemarin, problemnya itu adalah persepi bahwa Demokrat itu sarang koruptor, problemnya korupsi. Jadi Ketika Pak SBY akhirnya mengambil alih, meski sebenarnya sudah agak terlambat, menurut saya ini tindakan yang positif, tepat," ujarnya kepada Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 9/2).


Berdasarkan survei SMRC, elektabilitas Demokrat hanya 8 persen. Tetapi apakah keputusan 'menonaktifkan' mantan Ketua Umum PB HMI itu akan bisa memulihkan citra Partai Demokrat, kata Grace, belum bisa dipastikan.

"Tetapi rasanya persepsi orang positif (atas keputusan SBY itu). Apalagi sebelum Anas sebagai tersangka, Pak SBY sudah lebih dulu memberikan statemen seperti itu. Karena ini sudah berlarut-larut. Kalau mau menunggu KPK menjadikan (Anas) tersangka, rasanya semakin negatif. Lebih baik duluan," jelasnya.

Mantan presenter TvOne ini mengakui, bahwa sampai saat ini belum ada status Anas Urbaningrum di kasus korupsi proyek Hambalang, sebagaimana disebut-sebut selama ini  Tapi, katanya, politik itukan bukan soal hukum pidana, dan bukan juga soal hukum perdata.

"Politik, dengan adanya perspesi yang buruk, sanksi dari segi politik sudah jatuh. Terlihat dari pemilih itu sudah meninggalkan Demokrat. Kalau menunggu proses hukum, jangan-jangan nanti Demokrat keburu habis. Sementra proses hukum belum berjalan. Jadi ini bukan soal hukum, ini politik. Sanksi sudah jatuh. Kalau menunggu lagi, semakin terpuruk lah Demokrat," tandasnya.[zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya