Berita

presiden sby

SBY Takut Anas Semakin Kuat Kalau Dilengserkan Lewat Mekanisme Konstitusional

SABTU, 09 FEBRUARI 2013 | 09:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.  Ketua Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memang tidak memberhentikan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum partai berlambang bintang mercy tersebut.

Tetapi keputusan yang disampaikan tadi malam oleh SBY itu memberikan kesan kuat bahwa semua kewenangan Anas sebagai Ketum sudah dilucuti.

"Padahal yang bisa melakukan itu (melucuti wewenang ketum) adalah Kongres," kata dosen politik UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Teguh Santosa (Sabtu, 9/2).


Karena, masih kata pria yang akrab disapa Bang Teguh ini, merujuk pada aturan internal Partai Demokrat, wewenang dan tugas serta fungsi Ketua Dewan Pembina, Ketua Umum, seperti halnya AD/ART adalah produk Kongres.

Menurut Teguh, kalau SBY dan pengurus Demokrat lainnya ingin melengserkan Anas sebenarnya ada cara yang konstitusional. Yaitu, lewat mekanisme Kongres Luar Biasa.

Dalam Anggaran Dasar Partai Demokrat Pasal 100 ayat 3 disebutkan, KLB dapat dilaksanakan jika ada permintaan Majelis Tinggi Partai atau sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah Dewan Pimpinan Daerah dan 1/2 dari jumlah Dewan Pimpinan Cabang. 

"SBY kelihatannya takut bikin KLB karena khawatir peserta KLB mayoritas adalah pendukung AU. Bisa-bisa posisi AU semakin kuat kalau KLB (digelar)," demikian Bang Teguh, jebolan Univeristy of Hawaii at Manoa (UHM) ini. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya