Berita

saleh daulay

Jelas, Isu Tersangka Sengaja Dihembuskan agar Anas Urbaningrum Dipecat SBY

JUMAT, 08 FEBRUARI 2013 | 17:12 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Isu Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek Hambalang ditengarai sengaja dihembuskan untuk tujuan-tujuan politik tertentu.

Mengingat, belakangan ini situasi internal Partai Demokrat semakin memanas. Karena itu, tidak tertutup kemungkinan orang memanfaatkan situasi itu untuk memperkeruh suasana.

Apalagi, sesaat setelah tiba di Tanah Air, SBY memanggil empat menteri Demokrat ke Cikeas tadi malam. Disebutkan, dalam pertemuan itu SBY sudah menemukan solusi menyelesaikan kemelut Demokrat dan akan dituntaskan pada rapat Majelis Tinggi Partai di Cikeas malam ini.


"Nah, pihak-pihak yang menginginkan pergantian Anas mungkin saja menghembuskan isu itu. Tujuannya mungkin untuk mempengaruhi Majelis Tinggi partai agar memberhentikan atau menonaktifkan Anas," ujar pengamat politik dari FISIP UIN Jakarta Saleh P Daulay (Jumat, 8/2).

Beruntung, KPK sudah memberikan kejelasan terkait status Anas. Sampai saat ini, jangankan sebagai tersangka, sebagai saksi pun tidak. Mantan Ketua Umum PB HMI itu hanya sebagai pihak yang dimintai keterangan dalam proyek Hambalang.

"Kalau tidak diperjelas KPK, secara institusional, Partai Demokrat tentu dirugikan dengan isu-isu yang ada. Secara personal, Anas juga dirugikan karena isu itu selalu dipolitisasi untuk menyudutkannya," ungkap Saleh.

Di tengah kesibukan partai-partai politik mempersiapkan pemilu, kasus ini akan sangat seksi untuk dijadikan alat menyandera Partai Demokrat. Tidak saja oleh partai-partai lain, tetapi juga oleh kader-kader di tingkat internal Demokrat. "Semakin lama kasus ini bergulir, semakin sulit pula Demokrat untuk bergerak. Padahal, pelaksanaan Pemilu tinggal 1 tahun dua bulan lagi," tandasnya.[zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya