Berita

ilustrasi

Demi Petani, Hatta Rajasa Tak Perlu Cemas Dicap Proteksionis

JUMAT, 08 FEBRUARI 2013 | 15:22 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemerintah tak perlu cemas akan gugatan negara atas kebijakan pembatasan impor holtikultura. Karena kebijakan tersebut perlu diambil untuk memberdayakan petani dalam negeri.  Apalagi Kebijakan ini akan mendatangkan keuntungan berlipat, khususnya bagi petani.

Demikian disampaikan anggota Komisi I DPR Muhammad Najib (Jumat, 8/2) menyikapi gugatan World Trade Organization (WTO).

“Tidak ada masalah dengan gugatan tersebut. Gugat menguggat terkait kebijakan sejenis seringkali terjadi bahkan di antara negara-negara maju. Kita tidak bisa menghindar dari perdangangan global, tetapi semua itu bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, khusunya petani kita,” ungkapnya.


Najib menyatakan, kesiapan pemerintah menghadapi gugatan negara lain melalui WTO adalah bentuk kesiapan dan kematangan dalam perencanaan kebijakan.
“Pak Hatta (Rajasa) sebagai penanggung jawab perencana kebijakan ekonomi  menunjukan kepemimpinannya. Tanggung jawab yang dipikul Pak Hatta sebagai komandan pembangunan perekomian ini akan memberikan rasa aman bagi menteri-menteri terkait untuk bekerja,” jelas Najib.

Terkait label yang diberikan terhadap kebijakan ekonomi Hatta Rajasa yang proteksionis, Najib menyatakan itu hanya masalah sudut pandang dan keberpihakan.

“Bagi negara eksportir dan pengusaha yang mengimpor buah tentu saja mudah melabel Pak Hatta proteksionis. Tapi bagi kami, Pak Hatta sedang melakukan pemberdayaan petani kita. Ini menjelaskan keberpihakan Pak Hatta, yaitu rakyatnya sendiri,” tutup Najib, yang juga politisi PAN ini. [zul]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya