Berita

saleh husin

Menteri-menteri Demokrat Jangan Sibuk Urus Partai

KAMIS, 07 FEBRUARI 2013 | 16:15 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menteri-menteri dari Partai Demokrat terus mendapat sorotan. Karena mereka, sejak Minggu (3/2) kemarin, terlihat terlalu sibuk mengurus partai.

"Harusnya para menteri fokus bekerja menyelasaikan berbagai persoalan sesuai bidang tugasnya sebagaimana arahan Pak SBY beberapa waktu lalu, bukan malah sibuk mengurusi partai," ujar Ketua DPP Partai Hanura Saleh Husin (Kamis, 7/2).

Saleh Husin kuatir, kalau para menteri tersebut tidak berubah, masih sibuk urus partai, sasaran pembangunan Kabinet Indonesia Bersatu II tidak akan tercapai. Apalagi saat ini sudah masuk tahun politik yang mau tak mau para menteri dari partai akan tercurah konsentrasinya ke partai masing-masing.


"Termasuk Pak SBY sendiri juga harus menggenjot semua kemampuannya untuk memajukan bangsa Indonesia dari pada sibuk mengurusi partai," tegas Sekretaris Fraksi Hanura yang duduk di Komisi V DPR ini.

Sebelumnya menteri-menteri dari Demokrat ramai-ramai mendesak SBY turun tangan menyelamatkan partai berlambang bintang mercy tersebut. Menurut mereka, Demokrat saat ini dalam keadaan bahaya karena elektabilitasnya hanya 8 persen berdasarkan survei SMRC.

Tak hanya para menteri yang mendapat sorotan. Presiden SBY juga. Karena SBY, juga larut dalam kisruh di partai bentukannya tersebut. Sampai-sampai, dalam jumpa pers di Jeddah, Arab Saudi, dia membahas Demokrat. Bahkan, dia secara khusus menulis SMS di hadapan kabah saat umroh, yang ditujukan ke kadernya di Tanah Air.[zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya