Berita

presiden sby

The Jakarta Post: Seseorang Jadi Tokoh Dunia bukan Karena PR atau Jabatan

KAMIS, 07 FEBRUARI 2013 | 12:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pihak The Jakarta Post menyerahkan kepada masyarakat Indonesia dan warga dunia soal apakah Presiden SBY layak menjadi tokoh dunia atau tidak.

"Kalau soal SBY menjadi tokoh dunia, kami rasa biar masyarakat Indonesia dan dunia sendiri yang menentukan dan menilai," ujar Chief Editor The Jakarta Post, Meidyatama Suryodiningrat, kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 7/2).

Dia mengungkapkan itu saat dimintai tanggapan atas pernyataan Staf Khusus Presiden, Andi Arief. Andi Arief menilai harian berbahasa Inggris itu tak ingin SBY jadi tokoh dunia karena memberitakan soal pajak keluarga SBY saat Presiden sebagai pemimpin negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia berbicara di sidang OKI di Mesir menyatukan Syiah dan Sunni.


Lagi pula, menurut Meidyatama, seseorang menjadi tokoh itu bukan karena kampanye PR atau jabatan, tapi dari karya dan jasa nyata yang telah disumbangkan. Dan itu pun bukan karena minta ditokohkan oleh yang bersangkutan.

"Orang-orang seperti (Nelson) Mandela, Aung San Suu Kyi dan sebagainya, ikhlas dan murni dalam berikhtiar tanpa pusing apakah mereka mendapat imbalan untuk 'ditokohkan'," sambung Meidyatama.

The Jakarta Post sendiri percaya Presiden SBY tidak narsis dan bekerja untuk ditokohkan. Tapi, sebaliknya Presiden SBY diyakini menjadi presiden untuk berkarya pada rakyat. "Bukannya lebih baik menjadi seseorang yang diapresiasi dengan tulus oleh bangsa sendiri daripada menjadi celebrity dunia?" demikian Meidyatama.[zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya