Berita

KPK harus Cermati Manuver Mafia Proyek di Tubuh Polri

RABU, 06 FEBRUARI 2013 | 10:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) diminta mencermati manuver mafia proyek-proyek raksasa yang bermain di Polri. Saat ini proyek-proyek besar
di Polri sudah dikuasa lima mafia proyek.

Misalnya, hampir 80 persen proyek Pemanfaatan Optimalisasi Untuk Penguatan Sarana Prasarana Polri (POUPSP) 2013 senilai Rp 1,8 triliun di Polri ditengarai dikuasai lima mafia proyek. Kelimanya adalah TS, R, S, MA, dan M. Masing-Masing mafia sudah menguasai proyek-proyek tertentu.

"Polri sendiri seakan tidak mampu mengatasi ulah para mafia tersebut karena diduga didukung oknum-oknum di legislatif," ujar Ketua Presidium Indonesian Police Watch Neta S Pane (Rabu, 6/2).

"Polri sendiri seakan tidak mampu mengatasi ulah para mafia tersebut karena diduga didukung oknum-oknum di legislatif," ujar Ketua Presidium Indonesian Police Watch Neta S Pane (Rabu, 6/2).

Melihat manuver para mafia proyek tersebut, IPW mendesak KPK segera mengawasi proyek-proyek di Polri, terutama proyek POUPSP. KPK harus segera menyadap handphone para mafia proyek, oknum legislatif yang menjadi backing maupun para pejabat Polri yang diduga berkolusi dengan mereka. IPW siap memberikan data dan nomor handphone mereka kepada KPK.

Hal ini perlu dilakukan karena Presiden SBY selalu mengatakan jajaran pemerintah harus melakukan penghematan dan proyek-proyek alutsista, harus mengedepankan produk-produk industri dalam negeri.

"Tapi faktanya Polri tetap saja mengedepankan barang-barang dari luar negeri yang harganya gila-gilaan. Penyadapan perlu dilakukan agar KPK bisa menciduk oknum-oknum yang diduga bermain suap di balik proyek Polri, sama seperti KPK menciduk pimpinan PKS dalam proyek pengadaan sapi impor," demikian Neta.[zul]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya