Berita

nicola roxon/ist

Dunia

Dua Pejabat Australia Mundur Usai Tanggal Pemilu Ditetapkan

SABTU, 02 FEBRUARI 2013 | 13:39 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Dua pejabat senior Australia menyatakan mundur pada Sabtu (2/2), setelah beberapa hari sebelumnya Perdana Menteri Australia Julia Gillard mengumumkan bahwa pemilu akan diselenggarakan pada bulan September yang akan datang.

Jaksa Agung Nicola Roxon bersama dengan Chris Evans yang menjabat sebagai menteri untuk pendidikan, ketrampilan, ilmu pengetahuan, dan penelitian menyatakan mengundurkan diri dari pemerintahan Gilliard karena alasan pribadi.

Meski menyatakan mundur, Chris Evans dan Nicola Roxon tetap yakin Gillard mampu memenangkan kembali pemilu September nanti.


"Seperti Chris, saya percaya Gillard bisa memenangkan pemilu berikutnya," kata Roxon sambil berdiri di samping Evans dan Gillard dalam sebuah konferensi pers di Gedung Parlemen, seperti yang dikutip ABC News (Sabtu, 2/2).

Sementara itu, Gillard mengaku dirinya telah mengetahui beberapa bulan sebelumnya bahwa dua orang pejabat tersebut telah berniat untuk tidak akan melanjutkan jabatannya.

Pun demikian, Gillard memuji kontribusi mereka dan menangkis isu miring bahwa tanggal pemilu yang ditetapkannya dua hari lalu merupakan alasan pengunduran diri kedua pejabat itu, yang seolah mencerminkan bahwa pemerintahannya sedang berada dalam kekacauan.[ian]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya