Berita

ilustrasi

Dunia

Jemaah Syiah Salat, Bom Meledak dan Tewaskan Sedikitnya 23 Orang

SABTU, 02 FEBRUARI 2013 | 10:45 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Tidak hanya di Turki. Sebuah bom bunuh diri juga meledak di Pakistan, tapi dengan jumlah yang jauh lebih besar.

Bom yang menewaskan sedikitnya 23 orang terjadi di luar sebuah masjid Syiah di Pakistan pada Jumat (1/2). Pengebom melakukan aksinya saat para jamaah sedang melakukan salat Jumat di sebuah masjid yang terletak di kabupaten Hangu.

"Ledakan itu juga melukai lebih dari 35 orang, beberapa diantaranya segera dilarikan ke rumah sakit akibat kondisi kritis," kata Sahibzada Anees Muhammad, seorang pejabat pemerintah Hangu.


Taliban Pakistan mengaku bertanggungjawab atas serangan tersebut. Sebagaimana yang dilansir Reuters (Sabtu, 2/2), Abu Omar, seorang komandan Taliban di wilayah Waziristan Utara, mengatakan bahwa serangan itu merupakan serangan balasan atas pembunuhan yang terjadi pada Kamis (31/1), yang menewaskan seorang ulama Sunni.

Selama bertahun-tahun, komunitas Muslim Syiah di Pakistan memang menjadi target bagi kelompok-kelompok militan Sunni yang menganggap Syiah sebagai bid'ah.

Menurut kelompok HAM yang berbasis di New York, lebih dari 400 Muslim Syiah tewas dalam serangan sektarian pada tahun 2012 di Pakistan. Awal bulan ini, dua ledakan bom telah menewaskan 86 orang, yang sebagian korban adalah Muslim Syiah, di sebuah tempat biliard di kota Quetta. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya