Berita

Yusuf Supendi

Wawancara

Yusuf Supendi: Percuma Presiden PKS Diganti Kalau Tidak Bersih-bersih Total

SABTU, 02 FEBRUARI 2013 | 08:48 WIB

.Meski PKS memiliki presiden baru, tetap saja tidak bisa mendongkrak simpati publik bila tidak melakukan bersih-bersih secara total.

Langkah yang perlu dila­ku­kan, tidak semata mengganti Pre­siden PKS, tapi juga me­nin­dak tegas kader-kader yang terlibat dalam kasus dugaan suap impor sapi tersebut. 

Begitu disampaikan salah satu pendiri PKS, Yusuf Supendi, ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.


“Saya kok pesimis image par­tai bisa dibangkitkan. Percuma mengganti Presiden PKS kalau tidak melakukan bersih-bersih total," paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya;

Kenapa Anda begitu pe­simis?

Soalnya PKS tidak melakukan bersih-bersih secara total. Yang diharapkan masyarakat kan seperti itu. Bukan hanya meng­ganti presiden.

Dengan bersih-bersih total itu­lah, PKS bisa punya kekuatan seperti dulu lagi.

Makanya saya menilai per­ber­sihan kader ini penting dilakukan. Sebab, informasi yang sedang ber­­kembang  ada dugaan sejum­lah elite PKS terlibat kasus impor daging sapi itu.

Apa Anda yakin bisa bersih?

Saya lihat sih masih bisa bersih kalau ada kemauan dari petinggi-petinggi PKS untuk mengusut semua kasus di internal, tanpa terkecuali. Kader-kader ko­tor ditindak tegas, apa pun jenis­nya, baik korupsi, asusila dan lainnya.

Apa kasus ini berdampak dalam Pemilu 2014?

Itu sudah pasti. Sebab, disadari atau tidak, kader  PKS sudah ba­nyak yang kecewa atas beberapa kasus, seperti kasus asusila sam­pai kasus terbaru ini. Maka, pim­pinan PKS harus tegas. Jangan bilang ya-ya saja. Pokoknya  yang melanggar dan mencederai citra partai, pecat saja semua.

Kalau itu tidak dilakukan, PKS bisa nggak masuk ke parlemen. Apalagi kasus Lutfhi berlanjut menjadi terdakwa dan terpidana. Maka punah harapan PKS men­jadi tiga besar Pemilu 2014, se­perti yang direncanakan.

Apa kasus itu terkait ke­pen­tingan pribadi atau partai?

Bisa saja kedua-duanya. Apa­lagi partai saat ini memerlukan biaya operasional yang tidak se­dikit untuk menghadapi Pemilu 2014.

Apa komentar Anda atas di­pilihnya Anis Matta sebagai Presiden PKS?

Saya rasa dengan terpilihnya Anis Matta percuma saja. Tidak akan ada perbaikan di PKS. Se­bab, yang paling tepat adalah Hidayat Nurwahid.

Kenapa?

Karena sudah terbukti saat be­liau jadi Presiden PKS mem­ba­wa kemajuan. PKS memiliki ke­percayaan penuh dari kader dan konstituen. Lagipula Hidayat adalah tokoh pemersatu PKS yang saat ini terjadi perpecahan di kalangan senior.

Siapa saja yang pecah?

Ada deh perpecahan. Bahkan perpecahan itu seperti kayu yang sudah menjadi papan. Papan itu tidak bisa lagi jadi kayu. Sebab, tokoh-tokoh PKS yang menjadi sumber masalah masih saja ber­cokol di situ.

Bagaimana solusinya?

Selain memecat orang-orang yang menjadi sumber masalah itu, PKS harus kembali konsisten kepada semboyannya; Partai adalah jamaah. Jamaah adalah partai. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya