Berita

Said Aqil Siradj

Wawancara

Said Aqil Siradj: Ungkap Semua Yang Terlibat Dalam Kasus Suap Impor Sapi

SABTU, 02 FEBRUARI 2013 | 08:15 WIB

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mendukung KPK membongkar tuntas kasus dugaan suap impor daging sapi.

“Siapa pun yang terlibat dalam kasus ini harus diproses secara hukum. Tidak boleh ada yang men­dapatkan keistimewaan. Ungkap semua yang terlibat da­lam kasus dugaan suap impor sapi itu,’’ kata Said Aqil Siradj ke­pa­da Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurutnya, KPK sudah me­la­kukan langkah yang tepat. Se­bab, berani menetapkan status ter­sangka kepada Lutfi Hasan Is­haq yang saat itu menjabat Pre­si­den PKS.

“Yang dilakukan KPK harus kita apresiasi. Ini dalam upaya mem­berantas korupsi di tanah air ini. Tapi KPK juga  harus me­nun­taskan  kasus besar lainnya yang belum dituntaskan,’’ paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Kasus besar apa saja itu?

Masih banyak kasus besar lain­nya terlupakan. Misalnya, kasus Bank Century dan  kasus BLBI. Ka­sus Lutfi memang wajib di­tuntaskan. Tapi jangan dilupakan juga  pentuntasan kasus besar ter­sebut. Semua kasus wajib ditun­taskan.

Termasuk menuntaskan ka­sus dugaan suap impor da­ging sapi sampai ke akar-akar­nya?

Betul. Siapa pun yang terlibat harus diproses secara hukum. Begitu juga Pak Lutfi, bila me­mang  bersalah, harus  dihukum se­suai dengan peraturan per­un­dang-undangan yang mengatur tentang suap menyuap itu.

Tapi saat proses ini, perlu  men­junjung tinggi asas praduga tak bersalah, sehingga saat kasus ini sedang berjalan tidak mencoreng nama baik seseorang.


Bukankah KPK sudah me­miliki bukti kuat, sehingga be­rani menetapkan tersangka da­lam kasus impor daging sapi itu?

Soal itu saya tidak tahu. Itu kan urusannya KPK. Yang jelas, kita men­dukung KPK untuk me­nang­kap siapa saja bila melakukan tindak pidana. Saya berharap, se­mua kasus korupsi lainnya harus dibongkar.

Bagaimana nasib PKS ke de­pan?

Saya nggak tahu ya. Yang jelas, dalam kasus korupsi jangan di­gabung antara pelaku dengan partai atau kendaraan politik yang ditungganginya.  Sebab, ada ka­der partai A yang terlibat korupsi, belum tentu kader lain seperti itu. Masih ada yang  bersih  juga.

Apa harapan Anda?

Jangan ada lagi korupsi di par­tai politik dan organisasi lainnya. Ke depan negara kita bebas dari perbuatan tercela seperti ini. Saya kira ini harapan kita semuanya.

O ya, Anda bilang ungkap se­mua yang terlibat, apa mung­kin ada yang diselamatkan?

Kita percaya kepada KPK tidak akan melakukan tindakan itu. Makanya kita ingatkan agar siapa saja yang terlibat dalam kasus dugaan suap impor daging sapi  itu harus diproses secara hukum.

Ini berarti penanganan kasus itu perlu dilakukan secara cepat?

Betul. Kasus ini harus diproses se­­cepatnya. Jika lambat pe­nang­an­annya bisa-bisa tidak tuntas. Ki­ta semua tentu mendukung KPK untuk menangkap pelaku-pelaku yang diduga melakukan tin­dakan suap dalam kasus itu. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya