Berita

ist

Dunia

Warga Washington Dukung Pengetatan Regulasi Senjata

MINGGU, 27 JANUARI 2013 | 15:12 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Ribuan orang berbaris di Washington pada Sabtu (26/1) untuk menuntut UU kontrol senjata lebih diperketat. Aksi unjuk rasa ini didukung oleh Menteri Pendidikan AS, walikota dan pejabat tinggi lainnya.

Demonstrasi terjadi sejak enam minggu lalu setelah pembantaian di Sandy Hook SD di Newtown, Connecticut dimana 20 anak-anak dan enam orang dewasa tewas tertembak. Sehingga hal ini memicu perdebatan nasional atas kepemilikan senjata.

Para pengunjuk rasa berkumpul selama 30 menit di sepanjang National Mall dekat Monumen Capitol dan Washington. Mereka membawa plakat putih dengan nama dan foto korban kejahatan bersenjata tersebut.


"Tidak perlu pembicaraan lagi. Kita harus bertindak!" kata Menteri Pendidikan Arne Duncan, dalam orasinya, seperti yang dikutip The News Internasional (Minggu, 27/1).

"Ini harus diubah. Anak-anak kita, keluarga kita, masyarakat kita, negara kita harus menjadi lebih baik," lanjutnya yang disambut tepuk tangan gemuruh oleh para pengunjuk rasa.

Duncan berjanji atas nama Presiden Obama dan wakil presiden, dirinya akan melakukan segala upaya agar AS memiliki sebuah UU yang membuat anak-anak, keluarga, dan masyarakat merasa aman. [ian]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya