Berita

Nafsiah Mboi

Wawancara

WAWANCARA

Nafsiah Mboi: 139 Posko Kesehatan Siap Membantu Bila Jakarta Banjir Besar Hari Ini

MINGGU, 27 JANUARI 2013 | 09:20 WIB

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi sudah mengantisipasi kemungkinan banjir besar di Jakarta hari ini (27/1).

“Kami  selalau siap untuk meng­hadapi situasi sulit sekalipun. 139 Posko Kesehatan siap membantu bila Jakarta terjadi banjir besar 27 Januari 2013 (hari ini),’’ kata

Nafsiah Mboi, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Kemenkes, lanjutnya, langsung bergerak menghadapi setiap ben­cana. Sebab, di Kemenkes sendiri ada yang namanya pusat penang­gulangan krisis.

Berikut kutipan selengkapnya:


Apa fungsi pusat penanang­gulangan krisis itu?

Selalu memonitor keadaan dari Sabang sampai Merauke. Selalu ada piket selama 24 jam setiap harinya. Kalau terjadi masalah bencana, kami langsung men­dapatkan in­for­masi yang digu­nakan untuk me­ngambil langkah-langkah penanganan kesehatan. Biasanya komunikasi akan disam­paikan baik tingkat nasio­nal maupun daerah.


Berapa dana dan personil yang disiapkan?

Wah, kalau itu saya tidak hafal. Yang jelas  orangnya pastiba­nyak. Sebab, itu kan tersebar di se­luruh Indonesia.


Apa saja yang dilakukan Ke­menkes terhadap banyak­nya kor­ban banjir terkena penyakit?

Kemenkes melalui dinas ke­sehatan DKI Jakarta sudah mela­kukan langkah-langkah pence­gahan dan pengobatan.


Apa cukup Dinas Kesehatan DKI Jakarta saja yang me­nanganinya?

Pada umumnya korban banjir itu terkena penyakit biasa, seperti batuk. Sebab, kondisi cuaca dingin dan masih turuhnya hujan. Ada juga warga terkena diare dan sakit kulit atau gatal-gatal.


Kemenkes secara langsung tidak melakukan apa-apa?

Kami selalu memantau keseha­tan masyarakat, termasuk lang­sung menangani masalah kese­hatan pasca banjir itu.

Di Jakarta  kami membentuk 139  posko kesehatan dalam upa­ya menjaga kesehatan masyara­kat, khususnya dalam penanga­nan banjir dan pasca banjir.

Sejumlah daerah juga banjir, apa Kemenkes membantu?

Sama saja seperti di DKI Ja­kar­ta, kami sudah siapkan tim-tim medis terlatih di 33 provinsi un­tuk secara cepat menangangi ma­salah kesehatan pada korban bencana. Jika ada kejadian maka langsung ada komunikasi-dan bergerak dengan cepat.


Kemenkes secara langsung tidak melakukan apa-apa?

Kami selalu memantau keseha­tan masyarakat, termasuk lang­sung menangani masalah kese­hatan pasca banjir itu.

Di Jakarta  kami membentuk 139  posko kesehatan dalam upa­ya menjaga kesehatan masyara­kat, khususnya dalam penanga­nan banjir dan pasca banjir.

Sejumlah daerah juga banjir, apa Kemenkes membantu?

Sama saja seperti di DKI Ja­kar­ta, kami sudah siapkan tim-tim medis terlatih di 33 provinsi un­tuk secara cepat menangangi ma­salah kesehatan pada korban bencana. Jika ada kejadian maka langsung ada komunikasi-dan bergerak dengan cepat.


Ah, masa ya?

Ya. Tapi pada dasarnya peme­rin­tah daerah terlebih dahulu me­laku­kan langkah-langkah pe­nang­gu­langan, karena di daerah sebenar­nya juga sudah ada tim koor­di­nasinya. Mereka juga bia­sa­nya menginformasikan kepada pusat.

Bagaimana ketersediaan obat-obatan?

Kalau obat-obatan tentu selalu kita sediakan. Kami dari pusat mendukung ketersediaan perala­tan dan obat-obatan yang dibu­tuhkan selama bencana alam. tenaga medis juga disediakan.

       

Apa sudah ada bantuan tam­ba­­­han untuk tangani kesehatan pas­ca banjir di beberapa daerah ?

Belum ada. Sebab,  obat-batan sudah cukup, baik di dinas kese­hatan daerah, tenaga yang diper­bantukan juga kan membawa perlengkapan dan obat-obatan yang memadai.


Apa harapannya?

Masyarakat diharapkan tidak khawatir soal obat-obatan. Kami  dari Kemenkes  selalu siap mem­bantu dengan kemampuan yang ada. Bagi warga di pengungsian banjir Jakarta dan daerah lainnya diharapkan tetap harus menjaga kebersihan, mencuci tangan sebe­lum makan, selalu menerapkan pola hidup sehat dan bersih, sehingga penyakit efek dari banjir tidak terjadi lagi.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Polda Metro Minta Insan Pers Imbangi Kecepatan Medsos

Senin, 09 Februari 2026 | 22:00

Pemprov Sultra Agendakan Mediasi Kedua Konflik Yayasan Unsultra

Senin, 09 Februari 2026 | 21:40

Ketua DPW PPP Kalteng Diberhentikan Usai Nyatakan Dukung Prabowo

Senin, 09 Februari 2026 | 21:36

MPR Ajak Masyarakat Perkuat Literasi Kebangsaan Agar Tak Mudah Diprovokasi

Senin, 09 Februari 2026 | 21:22

Mahfud Pastikan Tim Reformasi Tidak Giring Polri di Bawah Kementerian

Senin, 09 Februari 2026 | 21:16

KPK Dalami Informasi Keterlibatan Lasarus Dkk di Kasus Suap DJKA

Senin, 09 Februari 2026 | 20:52

Menkop Resmikan Toko Rakyat Serba Ada di Kubu Raya

Senin, 09 Februari 2026 | 20:41

Istana Belum Serahkan Supres Calon Pimpinan OJK ke DPR

Senin, 09 Februari 2026 | 20:38

7 Tradisi Imlek di Indonesia, Bukan Cuma Berbagi Angpau

Senin, 09 Februari 2026 | 20:29

Legislator Golkar Dorong Sertifikasi Halal Juru Potong Ayam Dapur MBG

Senin, 09 Februari 2026 | 20:26

Selengkapnya