Berita

ilustrasi/ist

Dunia

24 Orang Tewas Saat Dua Kelompok Militan Pakistan Bentrok Rebutan Basis

SABTU, 26 JANUARI 2013 | 17:23 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Bentrokan terjadi antara dua kelompok militan Islam Pakistan, yang memperebutkan sebuah lembah didekat perbatasan dengan Afghanistan, telah menewaskan 24 orang.

Arshad Khan dari suku Khyber mengatakan pada Sabtu (26/1) bahwa bentrokan bermula pada Jumat (25/1), ketika kelompok militan Tehrik e Taliban merebut basis kelompok militan, Ansarul Islam, di lembah Tirah. Ansarul Islam kemudian mencoba merebut kembali basisnya, dengan melakukan pertempuran di keesokan harinya.

Sebagaimana yang dilansir Fox News (Sabtu, 26/1), seorang perwira militer yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa sebagian besar yang tewas adalah militan, tetapi beberapa orang suku setempat juga ikut tewas.


Para pejuang dari kedua kelompok menggunakan berbagai senjata berat, seperti granat, roket, dan mortir. Beberapa laporan menyatakan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan masih akan bertambah, mengingat pertempuran masih berlangsung hingga kini.

Lembah dan pegunungan terpencil sangat bernilai bagi kelompok militan sebagai basisnya. Hinga kini, belum ada pernyataan dari kelompok-kelompok militan yang terlibat dalam pertempuran itu.[ian]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya