Berita

Manny Pacquiao dan Juan Manuel Marquez

Olahraga

Pacman & Marquez Ogah Duel Di AS

Karena Pajak KeTinggian
KAMIS, 24 JANUARI 2013 | 09:08 WIB

Petinju asal Filiphina, Manny Pacquiao membuat keputusan mengejutkan. Petinju berjulukan Pacman ini mengaku tidak ingin naik ring di Amerika Serikat.

Hal itu diutarakan promotor Top Rank, Bob Arum seperti dilansir ESPN. “Dia (Pacman, red) tidak ingin bertarung di Amerika Serikat,” kata Arum.

Menurut pimpinan agen promosi tinju Top Rank ini, petinju yang memiliki rekor 54 kemenangan dengan 38 diantaranya menang KO itu tidak ingin bertarung di negeri Paman Sam, lantaran pajaknya yang terlalu mahal.

“Bagaimana mungkin? Itu lantaran dia tidak mau memberikan 40 persen dari yang dia dapatkan kepada pemerintah,” beber Bob Arum.

Pajak 40 persen tersebut dinilai Bob Arum dan sang juara dunia di delapan kelas yang berbeda itu sudah kelewatan. Padahal, pajak yang lama saja sudah tinggi, yakni mencapai 35 persen.

“Itulah yang akan Anda dapat ketika menaikkan pajak dan berkata ‘biar yang kaya disuruh membayar atau semacamnya.’ Petinju memang termasuk kategori kaya. Tapi, 35 persen sebenarnya cukup dan sekarang mereka meminta 40,” geram Bob Arum.

Bukan hanya Pacquiao yang menolak bertarung di Amerika Serikat, tapi petinju yang memukul jatuh Pacman pada 8 Desember 2012 lalu, Juan Manuel Marquez juga tidak tertarik untuk bertarung di negeri Paman Sam itu. “Ayolah, ini menjadi kian menggelikan. Bagi Manny, juga mungkin Marquez, sudah tidak lagi tertarik berlaga di Amerika Serikat,” tegas Arum.

Dengan ini, duel kelima antara Juan Manuel Marquz dan Manny Pacquiao sudah dipaastikan tidak akan berlangsung di Amerika Serikat. Sebagai alternatif, pertarungan tersebut bisa digelar di Singapura, Macau dan Hongkong.   [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya