Berita

ist

Dunia

Politisi Bulgaria Selamat dari Tembakan Pria Bersenjata

MINGGU, 20 JANUARI 2013 | 13:32 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Seorang politisi Bulgaria lolos dari pembunuhan di depan publik setelah seorang pembunuh menodongkan senjata saat dia berpidato, Sabtu (19/1) malam di Sofia. Ahmed Dogan, nama politisi itu yang juga ketua Partai Kebebasan dan Hak Asasi Manusia (DPS), selamat setelah pistol yang ditodongkan sang pembunuh macet.

Dogan terkejut melihat seorang pria tiba-tiba naik ke podium dan menodongkan senjata di kepalanya saat dia sedang berpidato. Oktay Yenimehmedov yang diketahui sebagai sang pembunuh, menarik pelatuk yang untungnya pistolnya tak sampai meletus karena macet.

Sebelum dia menarik pelatuk untuk kedua kalinya, Dogan yang merupakan politisi etnis Turki di Bulgaria, bereaksi dengan mendorong dia ke belakang podium dan kemudian pihak keamanan segera menyergap Oktay.


Meski selamat tanpa cacat sedikit pun, Dogan memilih tidak melanjutkan pidatonya.

Oktay Yenimehmedov (25) diketahui sering keluar masuk penjara atas kasus kejahatan kriminal seperti narkoba, pencurian, dan lain-lainnya. Namun pihak kemanan di sana belum memberikan penjalasan terkait apa motif di balik serangan yang dialami Dogan yang dikenal sebagai pemimpin gerakan Hak dan Kebebasan Etnis Turki itu. [dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya