Berita

Djohar Arifin Husin

Olahraga

Sikap Djohar Bisa Percepat Sanksi FIFA

SENIN, 14 JANUARI 2013 | 08:18 WIB

Sikap  keras yang ditunjukkan PSSI Djohar Arifin Husin dalam me­nyikapi kesepakatan yang su­dah dilakukan Pemerintah agar bisa terhindar dari sanksi FIFA ma­lah akan mempercepat Indo­ne­sia menuai sanksi dari otoritas se­pak bola tertinggi di dunia ter­sebut.

Hal itu diungkapkan peng­amat sepak bola Tubagus Adhi di Ja­kar­ta kemarin. Djohar Arifin Cs ha­rus memahami apa yang dila­ku­kan pemerintah adalah bagian da­ri upaya penyelamatan PSSI, da­ri ancaman sanksi FIFA.

“Sudah jelas, dalam pertemu­an segiempat antara acting Pre­si­den AFC, Zhang Jilong, deng­an perwakilan PSSI Djohar, per­wakilan PSSI versi KLB Ancol pimpinan La Nyalla Mattalitti yang difasilitasi oleh KOI, ha­rusnya PSSI Djohar sadar, In­do­nesia di ambang sanksi FIFA, ji­ka apa yang diperintahkan AFC itu tidak dilaksanakan secepat­nya,” ujar Adhi.

Menurut Adhi, FIFA sudah me­nyerahkan penyelesaian kon­flik sepak bola Indonesia, kepa­da AFC. Seesuai dengan pe­rin­tah Zhang Jilong, pelaksana tu­gas Menpora, Agung Laksono menyatakan semua pihak harus kembali ke MoU yang disepakati di Kuala Lumpur, Malaysia, 7 Juni 2012 silam.

“Dengan kata lain, KONI bisa menjadi kepanjangan tangan AFC, terutama terkait pemenu­han empat kesepakatan yang ada di MoU task force AC, dengan per­wakilan dua organisasi PSSI, dan PT Liga Indonesia. Jika PS­SI Djohar tidak mengakui pera­nan yang dilakukan KOI, tentu sa­ngat disesalkan, dan merupa­kan upaya pembelaan diri sema­ta,” imbuh Tubagus Adhi yang juga mantan Komite Media PSSI periode 2007-2011 ini.

Sedang Sekjen PSSI Halim Mahfudz menegaskan pernya­ta­an pemerintah terkait penetapan KOI sebagai lembaga yang di­tun­juk untuk menyelesaikan ma­salah di sepakbola nasional, ada­lah sebuah misleading.

Pasalnya, sejauh ini tidak ada instruksi lisan maupun tertulis dari AFC maupun FIFA yang menyebutkan bahwa KOI diberi wewenang mengawasi empat bu­tir kesepakatan, yang merupa­kan hasil pertemuan di Kuala Lumpur beberapa waktu lalu.

Yang benar, lanjut Halim, ada­lah adanya surat FIFA tertanggal 18 Desember 2012, yang mene­rima hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Palangkaraya, dan me­min­­ta PSSI melanjutkan tiga ke­putusan dari KLB tersebut, ter­ma­­suk satu poin yang meminta kla­rifikasi apakah voters Solo su­dah diikutkan di KLB.

“PSSI perlu menjaga agar KOI mendapat informasi dari tangan pertama, yakni dari PSSI. Hal ini agar tidak ada informasi yang mis­leading, salah arah, atau se­ngaja dikelirukan,” tegas Halim.

PSSI harus tetap ber­ko­munikasi secara intens dan mem­berikan laporan kepada AFC dan FIFA,bukan dengan organisasi lain. Hal tersebut untuk menye­lesaikan masalah di sepakbola di Indonesia.

“Surat tang­gal 18 juga jelas menye­butkan bahwa PSSI akan disuspend, jika tidak bisa me­ngontrol sepakbola di Indonesia,” beber Halim. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya