Berita

surya paloh

Bentuk Ketakutan, Keponakan Surya Paloh Diangkat Jadi Ketua DPW GPND Jakarta

SABTU, 12 JANUARI 2013 | 18:07 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Bidang Organisasi DPP Garda Pemuda Nasional Demokrat (GPND) Ivenhoe Semen juga dituding telah melakukan pembohongan dengan menyebut Ketua DPW DKI Jakarta Rizky Aprilia mengajukan surat pengunduran diri.

Tudingan itu disampaikan lewat tulisan bersama Saiful Haq, Rizky Aprilia, Endika Wijaya, Muhammad Sukron, Rusdianto dan seluruh jajaran GPND DKI Jakarta yang dimuat di situs gardapemudanasdem.org  (Sabtu, 12/1). Tulisan itu berjudul "Tuan Ivanhoe, Ini Bukan Militer Bung!"

Dalam surat keputusan 1/SE/DPP-GPND/I/2013, selain soal pemecatan Sekjen GNPD Saiful Haq juga disebutkan pengunduran diri Rizky Aprilia sebagai Ketua Garda Pemuda DKI Jakarta diterima dan pembekuan kepengurusan Garda Pemuda DKI Jakarta.

Padahal, jelas mereka, surat pengunduran diri Rizky Aprilia sebenarnya dilayangkan tertanggal 17 Oktober 2012. Tapi sudah ditolak Ketua Umum GPND, Martin Manurung. "Hanya Anda (Ivenhoe Semen) sebagai Kabid I tidak membuat surat penolakan. Malah sekarang Anda gunakan untuk membungkam Ketua DKI," tegas mereka.

Tak hanya itu, mereka juga memprotes pembekuan pengurus DPW GPND DKI Jakarta.

"Apa Anda ketakutan, bahwa Anda tidak mampu mengontrol DKI karena loyalitas dan kesetiaan mereka terhadap Ketua DKI Jakarta yang Anda “pecat” dengan cara yang curang itu?" sergah meraka.

Mereka yakin pembekuan tersebut merupakan bentuk ketakutan DPP GPND. Buktinya, Nova Paloh, keponakan Surya Paloh, diangkat sebagai pelaksana tugas Ketua  DPND DKI Jakarta. Padahal, Nova Paloh hanya Wasekjen Bid III DPP GPND.

Mereka pun kembali mempersoalkan atas hak pembelaan dan klatifikasi yang tidak diberikan DPP GPND kepada mereka sebelum dipecat.

"Tuan Ivanhoe, tidak ada yang lebih nyata dari pelanggaran DPP GPND terhadap pasal 13 PD/PRT GPND mengenai hak anggota untuk membela diri. Tidak sedikitpun anda ijinkan mereka untuk menggunakan hak mereka. Itulah bukti nyata yang membedakan antara picik dan cerdas," tandas mereka. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya