Berita

Dunia

China Kirim Dua Pesawat Tempur ke Senkaku Karena Pesawatnya Dibuntuti Jepang

SABTU, 12 JANUARI 2013 | 17:12 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

. Pesawat tempur China dan Jepang saling membuntuti terjadi di sekitar wilayah kepulauan Senkaku atau Diaoyu yang diperebutkan oleh kedua negara Asia Timur tersebut.

Kementerian Pertahanan China pada Jumat (11/1) bahkan mengecam aksi pesawat militer Jepang yang mengganggu patroli rutin pesawat administrasi Cina.

Pada konferensi persnya, jurubicara kementerian tersebut menegaskan bahwa China telah mengirim dua pesawat tempur J-10 ke Laut Cina Timur untuk merespon ulah dua pesawat tempur F-15 Jepang yang membuntuti pesawat Y-8 milik China pada hari Kamis (10/1).


Kedua pesawat tempur J-10 tersebut dikirim untuk memantau jet-jet tempur Jepang yang membuntuti Y-8 serta pesawat pengintai Jepang lainnya yang berada di wilayah kekuasaan China.

Zona aktivitas pesawat militer Jepang juga telah diperluas baru-baru ini, yang merupakan akar dari penyebab perselisihan mengenai keamanan perairan teritorial dan wilayah udara antar kedua negara.

Sebagaimana dilansir Xinhua (Sabtu, 12/1), jurubicara Kementerian Pertahanan China itu mengatakan militer bahwa China kini berada pada siaga tinggi dan dengan tegas akan melindungi keamanan kekuatan pertahanan udara dan menegakkan hak-hak yang sah dimiliki China.

Pejabat itu juga menyerukan pihak Jepang untuk menghormati hukum internasional yang relevan dan untuk mencegah sengketa keamanan dengan mengambil langkah-langkah efektif.[ian]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya