Banjir yang terjadi di Serang yang mengakibatkan terputusnya jalurnya tol Jakarta-Merak harus menjadi perhartian serius. Karena itu merupakan hulu dari sebuah masalah tata kelola sumber daya air yang diperparah oleh faktor cuaca ekstrim.
"Sudah menjadi tanggungjawab pemerintah dalam hal ini dipimpin BNPB untuk melakukan tanggap darurat terhadap bencana yang terjadi. Lebih daripada itu, Pemerintah (PU bersama Kemendagri) perlu melakukan review terkait tata kelola air di Indonesia," ujar anggota Komisi V DPR, Arwani Thomafi (Sabtu, 12/1).
Menurutnya, cuaca ektrim bukan satu-satunya faktor banjir diberbagai daerah di Indonesia. Jika Pemerintah dapat melakukan antisipasi yang baik, hal ini dapat diminimalisir. "Revitalisasi situ, rawa, bendungan & normalisasi sungai-besar dan daerah tangkapan air akan sangat membantu meminimalisir terjadinya banjir," ungkapnya.
Khusus yang terjadi di Serang, karena memutus tol Jakarta- Merak yang merupakan jalur distribusi primer pulau Jawa- Sumatra, perlu penanganan darurat yang cepat. Semakin lama penanganan, akan memperbesar pengaruh ketergangguan jalur distribusi barang yang pada urutan berikutnya mengganggu perekonomian nasional.
"Saya melihat 3 hari terakhir ini belum ada aksi nyata oleh pemerintah untuk mengurai persoalan di tol Jakarta-Merak tersebut. Padahal kerugian ekonomi dipastikan banyak. Belum lagi aktivitas sosial masyarakat di Banten-Jakarta yang mengandalkan jalur tol jelas dirugikan," tandasnya.
Diberitakan kemarin, kondisi Jalan tol Jakarta Merak di Km 57 sampai 59 Ciujung kembali bisa dilalui setelah ditutup sejak Rabu (9/1) dini hari ditutup akibat terjangan banjir.
Manager Humas PT Marga Mandala Sakti (MMS) Rahmatullah mengatakan, jalan tol dari arah Tangerang tujuan Merak dan sebaliknya kembali bisa dilalui sejak pukul 05.00 WIB, karena air di tol sudah surut. Namun demikian, untuk kendaraan kecil jenis sedan, disarankan untuk tidak melewati karena ketinggian air masih sekitar 40 cm.
"Jalan tol kembali dibuka sejak tadi pagi, meskipun masih ada genangan air sekitar 40 cm. Namun kendaraan besar dan sedang sudah bisa lewat," kata Rahmatullah di Serang, Jumat (11/1). [zul]