Berita

rasyid rajasa

Polisi Kebut Pemberkasan, Rasyid Diizinkan Pulang

SABTU, 12 JANUARI 2013 | 09:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Polisi ngebut menyelesaikan berkas Rasyid Rajasa, tersangka sopir maut BMW. Kamis (10/1) lalu, polisi jemput bola dengan memeriksa anak bontot Hatta Rajasa itu di RS Polri Kramatjati, Jakarta.

Kabid Humas Polda Kombes Rikwanto menyatakan, pemeriksaan dilakukan setelah tim dokter menyatakan Rasyid sudah bisa diperiksa.

"Sehingga pemeriksaannya sudah selesai dan pemberkasan kita kebut," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, kemarin seperti dilansir Harian Rakyat Merdeka.

Saat diperiksa perdana, Senin (7/1) lalu di Polda Metro Jaya, Rasyid sempat pingsan setelah empat jam diperiksa penyidik. “Kecapaian psikis, jadinya maagnya kambuh lagi,” ungkap pengacara Rasyid, Riri Purbasari Dewi. Dari Polda, putra Hatta ini akhirnya dirujuk ke RS Polri.

Melanjutkan keterangan, kata Rikwanto, secara fisik Rasyid sudah pulih. Tetapi masih butuh pendampingan untuk memulihkan psikisnya. Polisi menjamin tak akan main-main dalam menangani kasus ini. "Kita melakukan pemantauan. Kita serahkan saja ke penyidik. Penyidik itu independen, tidak ada intervensi," jelas Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Chryshnanda Dwilaksana. "Masyarakat sudah pandai, polisi akan benar-benar bekerja."

Sementara, kemarin petang Rasyid sudah keluar dari RS Polri. Riri Purbasari membenarkan hal itu. Menurut Riri, Rasyid dipulangkan ke rumahnya. Alasannya, untuk memulihkan psikisnya. Hal itu sesuai dengan rekomendasi tim kedokteran RS Polri.

"Karena akan jauh lebih baik bagi pemulihan kesehatan fisik dan psikis Rasyid jika dia berada di tengah lingkungan yang sudah dia kenal baik, yaitu lingkungan keluarganya," papar Riri.

Riri mengingatkan, penyakit fisik Rasyid sangat berhubungan dengan trauma psikisnya. "Untuk penyembuhan komprehensif, penyebab utamanya, trauma psikis dulu yang harus disembuhkan," imbuh Riri.

Riri menambahkan, berkas pemeriksaan Rasyid untuk saat ini dinyatakan lengkap.  [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya