Berita

hatta rajasa

Tiga Kader Hatta Rajasa Semakin Militan Setelah Dilepas Polisi

KAMIS, 10 JANUARI 2013 | 17:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Mansur Husein (33), Jamaluddin Fakaubun (33) dan Rahman Key (23) telah dilepaskan oleh pihak Kepolisian kemarin petang (Rabu, 9/1). Ketiganya adalah kader Garda Muda Nasional (GMN) yang ditangkap polisi Kamis (3/1) pekan lalu di halaman kantor Menko Perekonomian di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, karena diduga preman bayaran yang berusaha menghalangi-halangi mahasiwa yang sedang unjuk rasa saat itu.

"Alhamdulillah kawan-kawan jam 5 kemarin bisa keluar," jelas Ketua Umum GMN Kuntum Basa kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 10/1).

Kuntum menjelaskan, ketiga anak buahnya itu dilepaskan polisi karena tidak ada bukti mereka bersalah. Tapi, polisi baru Rabu kemarin melepaskan setelah hampir sepekan ditahan.

"Karena terbentur libur. Tapi sebenarnya ini taqdir Tuhan bahwa kawan-kawan dikeluarkan kemarin. Sesungguhnya kawan-kawan siap kalaupun harus 1 bulan (ditahan)," ungkapnya.

Dia memastikan, setelah ditahan polisi, tiga kadernya itu semakin militan memperjuangkan cita-cita GMN, yang merupakan sayap organisasi PAN yang dipimpin Hatta Rajasa tersebut.

Selain tiga kader GMN, Polisi sebelumnya juga menangkap dua orang staf di kantor Hatta Rajasa tersebut, Chairul Anwar dan Ihsan Jauhari. Tapi keduanya dilepaskan pada Jumat (4/1).

Kelima orang itu ditangkap karena dituduh sebagai preman yang disewa untuk menghalang-halangi demonstrasi sekelompok mahasiswa.

Padahal mereka sebenarnya adalah tamu dan stag di kantor Hatta Rajasa itu. Mereka hendak meninggalkan kantor Hatta Rajasa ketika bertemu dengan kelompok demonstran yang juga mereka kenal. Polisi mengira akan terjadi penyerangan, dan berusaha menghentikan gerakan Mansur yang mendatangi salah seorang demonstran yang dia kenal. Dari sinilah terjadi miskomunikasi antara anggota GMN dan polisi. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya