Berita

Pelajar Belum Diperlakukan Sebagai Aset Berharga

SELASA, 08 JANUARI 2013 | 16:30 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pelajar merupakan aset bangsa. Merekalah kelak yang akan meneruskan pembangunan negeri ini. Namun sayangnya, kondisi saat ini belum mencerminkan bahwa pelajar adalah aset berharga. Maraknya kekerasan terhadap pelajar, pelecehan seksual hingga kebijakan yang tidak berpihak menjadi contohnya.

Hal tersebut disampaikan Kepala Media Center Pelantikan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM), Ali Khamdi (Selasa, 8/1) di Jakarta.

"Hak- hak anak itu sudah diatur di UU Perlindungan Anak. Maka sudah menjadi tanggung jawab negara untuk menjamin dan melindungi hak-hak tersebut, termasuk pelajar juga harus dilindungi. Tidak hanya tugas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta KPAI saja, tapi seluruh stakeholder yang berkaitan dengan hajat hidup anak juga harus bertanggung jawab."

Hak anak atau pelajar terjamin dan terlindungin kalau kasus-kasus yang menjadikan anak atau pelajar sebagai korban minim. Tidak hanya korban fisik namun juga struktural. Tapi sayangnya, hal ini belum terjadi.

“Kalau negara benar-benar serius, tidak ada lagi kasus yang menjadikan anak atau pelajar sebagai korban. Ini justru sebaliknya korban anak dan pelajar semakin marak, berarti begara belum serius," imbuh Ali yang juga Bendahara Umum PP IPM  ini.

Karena itu menurutnya, pemerintah harus menjamin keselamatan anak atau pelajar dari tindak kekerasan dari pihak manapun. Pemerintah juga harus memberikan akses dan pemahaman yang luas kepada masyarakat agar mereka dapat melindungi anak-anak mereka.

Tak hanya itu, negara harus menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak di seluruh Indonesia, memberikan fasilitas yang merata kepada sekolah-sekolah, serta dan tindakan penyelewangan yang dilakukan oleh oknum sekolah. Terakhir, pemerintah harus memberikan akses yang seluas-luasnya untuk pengembangan bakat dan kreatifitas anak. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya