Berita

Demokrat Seleksi Ketat Kader yang Mau Nyaleg

SELASA, 08 JANUARI 2013 | 08:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Tidak ada cara lain bagi Partai Demokrat kalau ingin kembali memenangkan Pemilihan Umum kecuali menyiapkan calon-calon legislatif yang kompetitif.

Makanya, proses seleksi caleg di partai pemenang Pemilu 2009 itu akan lebih ketat dibanding sebelumnya. Karena Pemilu 2014 diyakini akan berlangsung ketat dan panas.

"Dan tak kalah pentingnya ada penelitian yang mendalam tentang ketokohan, popularitas, elektabilitas, integritas dari calon tersebut," ujar Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 8/1).

Di atas semua itu, masih kata Ramadhan, ada satu lagi syarat yang harus dipenuhi seseorang kalau mau nyaleg lewat Demokrat.

"Yang kami ingin kan, sehebat apa pun dia, sepintar apapun dia, tapi kalau dia tidak komunikatif dengan rakyat atau dia tidak memperlihatkan dekat atau empati dengan rakyat,  itu susah jadi caleg unggulan Demokrat," tegasnya.

Terkait calon yang mempunyai persoalan hukum, Demokrat sudah membuat batasan yang jelas. Kader yang jadi tersangka dalam kasus hukum tidak boleh menjadi caleg.

"Lebih baik kader yang bersangkutan menyiapkan diri untuk menghadapi pengadilan. Dia harus siap. Itu saja persoalan teknisnya. Tapi dia belum tentu bersalah memang. Makanya dia harus mempersiapkan diri. Masak orang nyaleg sambil siapkan berkas. Nggak luculah ya," ungkapnya. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya